MAKASSAR, UJUNGJARI — Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Syarif, menyampaikan pernyataan sikap terkait beredarnya informasi dugaan keterlibatan anggota Tentara Nasional Indonesia di dalam area kampus saat aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh.
Syarif menilai, informasi tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan berbasis fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun antar institusi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memandang penting adanya penjelasan resmi agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong pihak terkait, khususnya Pangdam XIV/Hasanuddin, untuk memberikan klarifikasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Menurutnya, kampus merupakan ruang akademik yang harus dijaga netralitas dan kondusivitasnya. Karena itu, setiap informasi yang berkembang di ruang publik diharapkan disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mahasiswa Fakultas Hukum UMI juga mengingatkan pentingnya semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengedepankan prinsip profesionalitas dan kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
Klarifikasi Video Viral
Terkait video yang beredar di media sosial, telah dilakukan klarifikasi pada 25 April 2026 sekitar pukul 19.05 WITA di Jalan Balana, Kota Makassar, oleh seorang warga bernama Suaib (22), yang didampingi Komandan Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti, Letkol Inf Iwan Sunarya.
Dalam penjelasannya, Suaib menegaskan bahwa dirinya bukan anggota TNI. Ia mengaku berada di sekitar lokasi aksi di kampus UMI pada 24 April 2026 karena hendak menonton konser di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, sebelum kemudian mendekati area kampus karena rasa penasaran terhadap keributan yang terjadi.
Saat berada di lokasi, ia sempat dimintai keterangan oleh aparat dari Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan. Dalam proses tersebut, diduga terjadi kesalahpahaman terkait identitas dirinya, termasuk karena penggunaan kaos bertuliskan “Raider”.
Pada kesempatan klarifikasi yang turut dihadiri keluarga dan sejumlah awak media, Suaib kembali menegaskan bahwa dirinya bukan bagian dari institusi militer. (*)

