TORAJAUTARA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara resmi melepas Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Toraja Utara, Kelurahan Panga’, Kecamatan Tondon, Kamis (30/4/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Toraja Utara, Sudirman M Said, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah asal Toraja Utara yang diberangkatkan tahun ini hanya satu orang. Jemaah tersebut akan didampingi satu petugas yang bertugas sebagai ketua kloter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sudirman, minimnya jumlah jemaah dipengaruhi oleh perubahan sistem kuota haji secara nasional. Jika sebelumnya pembagian kuota dilakukan per kabupaten, kini menggunakan sistem provinsi berdasarkan urutan masa tunggu pendaftaran.
“Sekarang kuota dilakukan di tingkat provinsi berdasarkan lamanya mendaftar, sehingga lebih mengedepankan prinsip keadilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jemaah asal Toraja Utara dijadwalkan masuk Asrama Haji Sudiang Makassar pada Sabtu (2/5/2026), sebelum diberangkatkan ke Madinah sebagai bagian dari kelompok terbang (kloter) gelombang pertama.
Pada penyelenggaraan haji tahun ini, proses keimigrasian jemaah juga menggunakan sistem fast track, yakni pemeriksaan dokumen imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia, sehingga mempercepat proses saat tiba di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah, terus mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Toraja Utara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Toraja Utara, Martinus Manatin, menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan jemaah haji tahun ini.
“Walaupun hanya satu orang yang berangkat, namun tetap membawa nama baik Toraja Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sistem pemberangkatan haji saat ini sepenuhnya mengikuti antrean dan regulasi nasional, sehingga masyarakat diharapkan dapat memahami mekanisme yang berlaku.
Adapun jemaah haji asal Toraja Utara tahun ini adalah Indra Dama Wijaya, yang akan didampingi Mushawwir selaku Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Islam. (**)

