GOWA, UJUNGJARI.COM — Sedikitnya 40 karyawan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jeneberang (Perumda AMTJ) Kabupaten Gowa mengikuti pelatihan pelayanan prima (Execellent Service).
Pelatihan yang dibuka resmi Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda AMTJ Kabupaten Gowa Irianto Razak di Maleo Hotel Makassar pada Sabtu (9/5) pagi ini, dilakukan sebagai upaya Perumda AMTJ dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi para karyawan agar mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelatihan Excellent Service sesi II ini, Plt Dirut Irianto Razak yang juga menjabat selaku Direktur Teknik ini menekankan agar seluruh karyawan Perumda AMTJ mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Irianto mengatakan, karyawan Perumda dituntut untuk lebih profesional dalam menjawab tantangan ke depan.
“Tantangan kita ke depan semakin kompleks khususnya dalam pelayanan air bersih. Kenapa ? Karena begitu cepat teknologi informasi bergerak. Sekarang ini, kejadian detik ini langsung diketahui publik dunia. Karena itu bekali diri anda (karyawan) dengan ilmu pengetahuan, punya skill dan mampu menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan perusahaan,” tegas Irianto.
Dia pun menekankan agar para karyawan yang diutus mengikuti pelatihan harus hadir dan betul-betul belajar.
“Hadir di pelatihan jangan cuma datang duduk dan dengar tapi betul-betul mencermati, mempelajari, menghayati dan kemudian mengimplementasikannya dengan baik di bidang kerja masing-masing. Manfaatkan momen ini, pahami setiap materi. Sehingga tujuan kita menjadikan karyawan profesional itu betul-betul tercipta,” jelas Plt Dirut.
Ke depan kata Irianto, profesionalisme kerja karyawan harus nomor satu.
“Jika kita kuasai bidang kerja maka akan lahir pelayanan prima yang kita harapkan. Semua karyawan butuh proses panjang untuk mencapai titik sukses. Tidak instan. Contoh, saya sendiri berdiri disini tidak langsung jadi dirtek tapi ditempa oleh proses yang panjang sampai akhirnya saya bisa duduk jadi dirtek. Karena itu, jangan berhenti belajar, kembangkan kemampuan dan tanamkan disiplin dan tanggung jawab, ” tandas Irianto.
Ditambahkannya, kegiatan ini bukan pelatihan pertama yang dilakukan manajemen Perumda AMTJ. Bahkan kegiatan ini menjadi program perusahaan secara terstruktur empat kali dalam setahun.
“Pelatihan-pelatihan yang diperoleh karyawan ini muaranya adalah agar tercipta harmonisasi kerja yang lebih baik antara sesama karyawan. Inilah manfaatnya pelatihan yang dilakukan perusahaan karena tujuan adalah menciptakan karyawan profesional dna berkualitas, ” terang Irianto.
Irianto mengatakan, setelah pelayanan prima ini, maka akan dilakukan pelatihan pelayanan teknis. Untuk pelayanan teknis, karyawan nanti dituntut memberikan yang terbaik kepada pelanggan seperti bagaimana cara mengelola air dengan baik, cara menghadapi pengaduan, cara mengatasi kebocoran air dan hal-hal teknis lainnya.
“Semua ini kami lakukan tak lain agar melahirkan kepercayaan publik khususnya kepercayaan para pelanggan, ” imbuhnya.
Direktur Umum Khaerul Aco menegaskan senada. Dikatakannya, Perumda AMTJ memang harus memperbanyak pelatihan-pelatihan karena para karyawan dituntut tidak hanya memiliki skill teknis tapi juga hal umum seperti terkait gaya bahasa, penampilan serta etika dalam memberikan pelayanan ke masyarakat pelanggan.
“Karyawan diajari bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan contoh kecil ketika pelanggan datang membayar rekening air, atau ketika karyawan turun ke lapangan melakukan ricek meteran air jika ada kendala, atau ketika karyawan melakukan penagihan ke pelanggan secara langsung di rumahnya. Maka karyawan Perumda harus tahu etika berkomunikasi sehingga pelanggan mudah mencerna sehingga tidak terjadi kendala di lapangan. Jadi intinya, mereka (karyawan) yang berada di lapangan maupun di loket bayar misalnya, harus punya skill cara menghadapi pelanggan (berkomunikasi) yang baik dan etika yang baik, ” terang Khaerul Aco.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelatihan Pelayanan Prima Muh Ilham menyampaikan pelatihan yang mengikutkan sedikitnya 40 karyawan dari berbagai bidang baik dari kantor pusat maupun lingkup IKK ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan secara profesional.
“Tentunya para karyawan diharapkan dapat menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab serta mampu membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan pelanggan sehingga dapat meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Perumda AMTJ, ” kata Muh Ilham yang juga Kabag Personalia Perumda AMTJ Gowa ini.
Disebutkannya, pelatihan ini terlaksana selama tiga hari dengan menghadirkan pemateri dari seorang pakar terkait pengembangan profesionalisme kerja yakni Prof Dr Wahira salah seorang dosen di perguruan tinggi negeri di Makassar.
Dikatakan Muh Ilham, pelatihan ini juga diisi materi dan dialog interaktif agar terjadi sharing bersama sehingga tercipta pelayanan humanis, responsif dan berkualitas. –

