MAKASSAR,UJUNGJARI.COM– Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menyelenggarakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Program Bina Desa Mahasiswa Tahun 2026 yang berlokasi di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Kegiatan ini mengusung tema SARANA SEHAT (Aksi Fasilitas Sederhana) sebagai bagian dari program utama “LASKAR SEHAT (Lakkang Sadar Kesehatan)”. Program tersebut diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kepedulian terhadap lingkungan serta pemberian edukasi preventif guna mendukung terwujudnya desa sehat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Kelurahan Lakkang. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain pemerintah setempat, dosen pendamping, masyarakat Kelurahan Lakkang, serta mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Program ini diketuai oleh Adelia Andini bersama tim mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Lurah Kelurahan Lakkang, Burhan, S.Sos., serta Dr. Wahiduddin, SKM,M.Kes selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan dari dosen yakni Nasrah, S.KM., M.Kes dan Irmayanti, S.Gz., M.PH.
Dalam sambutannya, Burhan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam membantu mengatasi permasalahan lingkungan di Kelurahan Lakkang. Ia menyoroti bahwa keterbatasan sarana pengelolaan sampah masih menjadi kendala utama bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, kegiatan yang menawarkan solusi sederhana dinilai sangat relevan dan bermanfaat dalam mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Wahiduddin dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Sarana Sehat merupakan bentuk nyata implementasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, sanitasi, dan lingkungan.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang aplikatif dan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan utama dalam program LISA (Lihat Sampah Ambil) berfokus pada edukasi kebersihan lingkungan yang dikombinasikan dengan aksi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, remaja diajak untuk membangun kebiasaan sederhana namun berdampak, yaitu langsung mengambil sampah yang terlihat dan membuangnya pada tempat yang semestinya.
Pendekatan ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan kecil sehari-hari.
Selain edukasi, kegiatan ini juga mencakup penyusunan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama. Remaja yang terlibat diajak untuk berpartisipasi dalam gerakan gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin, minimal sekali dalam seminggu. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat konsistensi perilaku peduli lingkungan serta membentuk karakter yang bertanggung jawab terhadap kebersihan sekitar.
Selama pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya partisipasi aktif dari para remaja. Mereka tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi memungut sampah di lingkungan sekitar. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa metode pendekatan yang menggabungkan edukasi dan praktik langsung mampu meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda karena langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sederhana, tapi berdampak. Kami jadi lebih sadar untuk tidak membiarkan sampah berserakan dan langsung mengambilnya. Harapannya kebiasaan ini bisa terus dilakukan,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan LISA, diharapkan terbentuk kebiasaan positif di kalangan remaja untuk selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih serta memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, siswa, dan berbagai pihak terkait, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

