GOWA, UJUNGJARI.COM — Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyebutkan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi para mahasiswa Islam yang merupakan generasi yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Karena itu Aldy pun meminta agar para mahasiswa Pengurus Cabang PMII Kabupaten Gowa ini mampu meningkatkan dan menjalankan kiprahnya sebaik mungkin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu ditegaskan Kapolres Gowa saat hadir dalam pelantikan pengurus cabang PMII Kabupaten Gowa yang dihelat di aula Mako Polres Gowa pada Jum’at (15/5).

Aldy mengatakan, PMII harus mampu melahirkan program-program positif bagi masyarakat, sehingga menjadi organisasi matang dan bertanggung jawab.

Perwira dua bunga asal Kota Kediri ini, berharap PMII dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya persatuan serta pembangunan daerah.

“Kami berharap PMII Gowa menjadi organisasi yang kritis, intelektual, namun tetap menjaga semangat kolaborasi. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pengawal nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” jelas Kapolres Gowa.

Aldy juga meminta, PMII Gowa mampu memperkuat konsolidasi kader, memperluas gerakan eksternal serta menghadirkan program-program yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan pelantikan PC PMII Gowa yang bertempat di lingkup mako Polres Gowa, menurut Aldy, juga menjadi simbol terbukanya ruang komunikasi dan sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan institusi Kepolisian dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.

“Semoga amanah mengawal organisasi ini mampu dijalankan dengan baik dan tetap berkomunikasi dengan Kepolisian. Sebagai agen perubahan saya berharap organisasi mampu menjadi penyejuk pada setiap kondisi tapi tetap menjadi organisasi kritis dan tempatnya kaum intelektual, ” tandas Aldy.

Ketua PC PMII Gowa Awal Nugraha mengatakan kepengurusan baru akan membawa semangat gerakan yang lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.

“Kader PMII harus hadir di tengah masyarakat, membaca persoalan sosial lalu ikut memberikan solusi,” tegas Awal.

Di hadapan para kader dan alumni PMII serta organisasi kepemudaan lainnya, Awal menegaskan, PMII tetap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak tanpa meninggalkan fungsi kritisnya sebagai organisasi mahasiswa.

“Kita ingin membangun gerakan yang kolaboratif dengan pemerintah, kampus, organisasi kepemudaan hingga aparat penegak hukum. Tapi PMII tetap harus menjadi kontrol sosial yang berani menyampaikan kritik ketika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat,” tandasnya. –