‎MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Golkar, Prof Apiaty K Amin Syam, menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga Tahun Anggaran 2025/2026 di Jalan Minasa Upa Blok A5 Nomor 8 RT 005 RW 003, Kelurahan Karunrung, Selasa (19/5/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi momentum pertama bagi Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar itu untuk turun langsung menyerap aspirasi warga di wilayah Karunrung. Dalam dialog bersama masyarakat, berbagai persoalan lingkungan mengemuka, mulai dari persoalan sampah, drainase tersumbat, hingga banjir yang kerap masuk ke rumah warga saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

‎Di hadapan warga, Legislator Fraksi Golkar Makassar ini mengaku sengaja menjadikan reses sebagai ruang mendengar langsung persoalan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD Makassar.

‎“Ini memang baru pertama kali saya masuk dan melaksanakan reses di wilayah ini. Karena itu saya ingin menjadikan pertemuan ini sebagai wadah untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat di Karunrung,” ujar Apiaty.

‎Menurutnya, persoalan sampah dan banjir tidak bisa dipisahkan. Ia menilai rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun.

‎“Keluhan warga tadi hampir semuanya berkaitan dengan sampah dan drainase. Ketika sampah dibuang sembarang tempat, maka saluran air tersumbat. Akibatnya air meluap ke jalan bahkan masuk ke dalam rumah warga. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, kondisi drainase di sejumlah titik juga menjadi sorotan warga karena sebagian besar sudah tertutup beton permanen sehingga sulit dibersihkan saat terjadi penumpukan sampah maupun sedimentasi.

‎Ia pun mendorong agar pemerintah kota mulai memikirkan desain drainase yang lebih ramah pemeliharaan dan mudah dibuka saat proses pembersihan dilakukan.

‎“Saya pribadi berharap penutup drainase itu jangan terlalu berat dan permanen, supaya mudah dibuka ketika dibersihkan. Karena percuma saluran besar kalau akhirnya tersumbat dan tidak pernah dibersihkan. Kesadaran masyarakat juga sangat penting agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

‎Tak hanya persoalan lingkungan, warga juga menyinggung keberadaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan perumahan yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan masyarakat.

‎Menanggapi hal tersebut, Ia menegaskan DPRD Makassar akan mendorong pengembang agar segera menyerahkan fasum dan fasos kepada pemerintah kota sehingga legalitas pengelolaan dan pemanfaatannya bisa dilakukan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

‎“Banyak fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sebenarnya sudah ada, tetapi belum bisa dimanfaatkan optimal karena belum diserahkan. Ini yang akan kami dorong agar pengembang segera menyetorkan fasum dan fasos kepada pemerintah kota supaya masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, persoalan lingkungan dan tata kawasan perumahan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT