MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – SMA Negeri 2 Makassar mulai melaksanakan tes Computer Assisted Test (CAT) bagi calon peserta didik program kelas unggulan angkatan 2026, Senin (25/5/2026).

Ratusan peserta mengikuti tahapan seleksi yang dipusatkan di lingkungan SMAN 2 Makassar sebagai bagian dari proses penerimaan program Sekolah Layanan Keunggulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan tes hari pertama berlangsung dengan antusias. Peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi administrasi mengikuti ujian berbasis komputer yang mencakup empat mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Inggris.

Kepala SMA Negeri 2 Makassar, H. Syafruddin M, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan minat calon peserta didik untuk masuk kelas unggulan tahun ini cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 930 orang mendaftar, dengan 918 peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak mengikuti seleksi.

“Jumlah pendaftar kelas unggulan ini sebanyak 930 orang, dan yang memenuhi persyaratan administrasi sebanyak 918 peserta,” ujarnya.

Untuk mengakomodasi seluruh peserta, pelaksanaan tes dibagi ke dalam tiga ruangan dengan enam sesi setiap harinya.

“Peserta yang mengikuti tes sebanyak 918 orang, dibagi dalam tiga ruangan dan enam sesi setiap hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan seleksi melalui sistem CAT ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (26/5/2026).

“Tes dilaksanakan selama dua hari, mulai hari ini sampai besok,” tambahnya.

Tes berbasis CAT tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan akademik peserta secara objektif dan terstandar sebagai bagian dari seleksi masuk program Sekolah Layanan Keunggulan yang diterapkan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

Syafruddin juga menjelaskan bahwa tidak semua sekolah layanan keunggulan di Makassar membuka seluruh kelas dalam format unggulan penuh.

Untuk SMA Negeri 1 Makassar, SMA Negeri 2 Makassar, dan SMA Negeri 5 Makassar, masing-masing hanya membuka dua kelas unggulan.

“SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 5 Makassar itu hanya membuka dua kelas unggulan,” katanya.

Berbeda dengan itu, SMA Negeri 17 Makassar menerapkan sistem sekolah unggulan penuh atau full unggulan, sehingga seluruh rombongan belajar masuk dalam program kelas unggulan.

“Kalau SMAN 17 Makassar, seluruh kelasnya unggulan atau full unggulan,” lanjutnya.

Selain di Makassar, sejumlah SMA berasrama (boarding school) di Sulawesi Selatan juga menerapkan konsep serupa, di mana seluruh kelas menjalankan program unggulan. Beberapa di antaranya yakni SMAN 13 Pangkep, SMAN 11 Pinrang, SMAN 5 Gowa, SMAN 5 Parepare, dan SMAN 6 Barru.

Pelaksanaan seleksi berbasis CAT ini menjadi tahapan awal dalam menjaring peserta didik berprestasi yang akan mengisi program kelas unggulan di berbagai sekolah layanan keunggulan di Sulawesi Selatan. (drw)