JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Ada pemandangan menarik yang sulit dilewatkan pada laga-laga awal Piala Dunia 2026. Bukan hanya aksi para pemain di atas lapangan yang menjadi sorotan, tetapi juga warna sepatu yang mereka kenakan.
Warna pink terang tampak mendominasi hampir di setiap pertandingan, menciptakan pemandangan yang mencolok di tengah hamparan rumput hijau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena tersebut terlihat jelas saat laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Sebagian besar pemain dari kedua tim mengenakan sepatu berwarna pink dengan berbagai variasi desain.
Pemandangan serupa kembali terlihat dalam pertandingan Grup A yang mempertemukan Korea Selatan melawan Republik Ceska di Guadalajara Stadium beberapa jam kemudian. Mayoritas pemain kedua tim tampil dengan sepatu bernuansa pink.
Bahkan, para player escort yang mendampingi pemain saat memasuki lapangan juga terlihat mengenakan sepatu dengan warna serupa.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar sepak bola. Mengapa warna pink tiba-tiba begitu mendominasi turnamen sepak bola terbesar di dunia?
Jika menilik sejarah sepak bola, sepatu berwarna hitam pernah menjadi standar utama selama puluhan tahun. Hampir seluruh pemain mengenakan model dan warna yang sama tanpa banyak variasi. Namun, dalam dua dekade terakhir, tren tersebut berubah drastis.
Produsen perlengkapan olahraga berlomba menghadirkan warna-warna cerah dan desain inovatif untuk menarik perhatian sekaligus memperkuat identitas produk mereka.
Menjelang Piala Dunia 2026, tiga raksasa industri perlengkapan olahraga dunia, Nike, Adidas, dan Puma, sama-sama merilis koleksi sepatu terbaru dengan dominasi warna pink atau nuansa serupa. Alhasil, para pemain yang menjadi duta produk dari ketiga merek tersebut tampil dengan warna yang hampir sama di lapangan.
Akibatnya, warna pink menjadi salah satu elemen visual paling menonjol dalam pertandingan-pertandingan awal turnamen.
Menariknya, tren ini seakan selaras dengan prediksi yang pernah dirilis lembaga peramal tren konsumen global, WGSN. Pada 2024, mereka memperkirakan warna “Electric Fuchsia” akan menjadi salah satu warna paling populer pada musim panas 2026.
Electric Fuchsia digambarkan sebagai perpaduan warna neon yang berada di antara pink dan ungu, menghadirkan kesan modern, energik, dan futuristis. Meski tidak ada bukti bahwa para desainer Nike, Adidas, maupun Puma secara langsung mengacu pada prediksi tersebut, kemunculan warna serupa secara bersamaan dari berbagai merek besar membuat tren ini semakin menarik untuk diperbincangkan.
Dengan turnamen yang masih panjang, bukan tidak mungkin warna pink akan terus menjadi ciri khas visual Piala Dunia 2026.
Jika tren ini berlanjut, para penggemar mungkin akan mengenang edisi kali ini bukan hanya karena gol-gol spektakuler yang tercipta, tetapi juga karena lautan sepatu pink yang menghiasi lapangan di Amerika Utara. (int/drw)


