UJUNGJARI.COM — Turki akan menghadapi Paraguay pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 di San Francisco Stadium, Sabtu (20/6/2026) pukul 11.00 WITA.

Pertandingan ini menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga perdana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turki datang dengan tekanan besar usai takluk 0-2 dari Australia. Kekalahan tersebut cukup mengejutkan karena pasukan Vincenzo Montella sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan dengan menciptakan 30 tembakan, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Hasil buruk itu memunculkan keraguan terhadap status Turki sebagai salah satu kuda hitam turnamen. Padahal, sebelum tampil di Piala Dunia 2026, mereka menunjukkan performa impresif dengan mencatat tujuh kemenangan dan satu hasil imbang sejak kalah telak 0-6 dari Spanyol pada September tahun lalu.

Kini, Turki berada dalam situasi sulit. Kekalahan kedua secara beruntun akan membuat peluang mereka melaju ke babak 32 besar semakin kecil, terlebih pada laga terakhir Grup D mereka masih harus menghadapi tuan rumah Amerika Serikat.

Paraguay juga berada dalam kondisi yang tidak lebih baik. Tim besutan Gustavo Alfaro dipaksa menyerah 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pembuka setelah tertinggal tiga gol di babak pertama.

Meski mampu bangkit pada paruh kedua pertandingan dan memperkecil ketertinggalan lewat gol Mauricio yang memanfaatkan umpan Julio Enciso, Paraguay masih menunjukkan sejumlah kelemahan, terutama saat menghadapi tekanan tinggi dari lawan.

Namun, La Albirroja tetap berpotensi memberikan perlawanan sengit. Sebelum Piala Dunia dimulai, Paraguay tampil cukup konsisten dengan meraih tiga kemenangan dalam empat pertandingan terakhir, termasuk hasil positif pada babak kualifikasi zona CONMEBOL.

Dengan kedua tim sama-sama mengincar poin pertama, duel Turki kontra Paraguay diprediksi berlangsung terbuka dan penuh tensi.

Tim yang mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif berpeluang menjaga asa lolos ke fase gugur, sementara tim yang kalah akan berada di ambang tersingkir dari persaingan Grup D.  (int/drw)