BUPATI Luwu Timur, Irwan Bachri Syam terus berjuang menjadikan Geopark Matano menjadi geopark nasional. Pekan lalu oran nomor satu di Luwu Timur itu menemui langsung Kepala Badan Geologi Nasional. Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si di Bandung.

Apa sebetulnya keistimewaan geopark yang ada di Luwu Timur ini? Dikutip dari laman www.luwutimurkab.go.id, Geopark Matano merupakan salah satu taman bumi penting di Sulawesi. Kawasan geografi terpadu yang di dalamnya ada situs dan bentang alam yang bernilai geologis ini merupakan permata geologi yang ada di jantung Sulawesi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Geopark Matano merupakan permata geologi yang menghadirkan harmoni antara keajaiban alam, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya. Dari formasi batuan purba hingga danau yang tetap alami, setiap sudutnya menyimpan cerita panjang tentang perjalanan bumi yang dinamis dan menakjubkan.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Geopark Matano adalah ruang pembelajaran, konservasi, dan inspirasi bagi generasi masa depan.

Di kawasan geopark ini ada terkandung warisan geologi, keragaman geologi, keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan beberapa tempat menarik.

Warisan geologi di kawasan ini menyimpan jejak sejarah bumi, menghadirkan bentang alam unik bernilai ilmiah, edukasi, konservasi, dan keindahan alam yang memukau.

Sedikitnya ada 22 situs warisan geologi (Geoheritage) yang ada di kawasan Geopark Matano. Situs itu antara lain travertine tompotikka, sesar bulu’ bellang, kekar bulu’ poloe, gua batu gamping andomo, air terjun mata dewa loeha, rijang berfoliasi pantai kupu-kupu singkole, gua bawah air kaebiri, hazburgite pulau langkai, dan lainnya.