MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Makassar yang juga anggota DPRD Kota Makassar, Ismail, membongkar sendiri lapak usahanya yang berada di atas saluran drainase di wilayah Kecamatan Tallo. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya imbauan dari pihak kelurahan dan kecamatan terkait penataan bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum.
Tindakannya ini mendapat perhatian warga karena dilakukan secara sukarela tanpa menunggu proses penertiban dari pemerintah. Sebagai pejabat publik sekaligus legislator, ia menilai kepatuhan terhadap aturan harus dimulai dari diri sendiri sebelum meminta masyarakat melakukan hal yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberadaannya sebagai anggota DPRD tidak boleh menjadi alasan untuk mendapatkan perlakuan khusus. Karena itu, ia memilih membongkar sendiri lapak usahanya sebagai bentuk dukungan terhadap program penataan lingkungan yang dijalankan pemerintah.
“Saya kira sebagai warga negara yang baik dan sebagai pejabat publik, kita harus taat terhadap aturan yang berlaku. Setelah mendapat penjelasan dan imbauan dari pihak kelurahan dan kecamatan, saya langsung menyampaikan bahwa lapak ini akan saya bongkar sendiri ini juga menjadi contoh bahwa dalam penegakan aturan tidak boleh ada tebang pilih,”ungkapnya, Senin (22/6).
Ketua Komisi B DPRD Makassar itu menegaskan bahwa seluruh masyarakat memiliki kewajiban yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kepentingan umum seperti penataan drainase dan pengendalian banjir.
Ia mengaku merasakan langsung dampak positif dari penertiban bangunan maupun lapak yang berdiri di atas saluran air di wilayah Kecamatan Tallo. Menurutnya, setelah penataan dilakukan, genangan air yang selama ini kerap terjadi mulai berkurang.
“Saya juga bersyukur karena setelah dilakukan penertiban terhadap lapak maupun bangunan yang berada di atas saluran air atau drainase, kondisi di beberapa wilayah Kecamatan Tallo mulai membaik. Air yang sebelumnya sering meluap saat hujan deras sekarang sudah jauh berkurang artinya langkah yang dilakukan pemerintah memang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kecamatan dan kelurahan yang terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga fungsi drainase. Ia berharap upaya penataan tersebut mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan bebas banjir.
Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga saluran air tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kita harus melihat ini sebagai kepentingan bersama. Drainase dibangun untuk mengalirkan air dan mencegah banjir. Kalau saluran tertutup bangunan atau lapak, tentu fungsinya tidak maksimal. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk mendukung program penataan yang dilakukan pemerintah demi kepentingan yang lebih besar,” jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mendukung program penataan lingkungan dan pengendalian banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi titik-titik genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. (di)

