MALILI,UJUNGJARI.COM–Pemerintah kabupaten Luwu Timur akan membangun enam titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) tahun ini. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp10 miliar.

Enam titik jaringan irigasi air tanah itu akan tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya dua di Kecamatan Wotu, dua titik di Kecamatan Wasuponda, dan dua titik di Kecamatan Towuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana pembangunan jaringan irigasi air tanah ini disampaikan langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam usai menerima hasil pekerjaan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr Heriantono Waluyadi di Ruang Rapat Bili-Bili, BBWS Pompengan Jeneberang, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Pembangunan JIAT merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk mendukung Swasembada Pangan Tahun Anggaran 2025.

Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pompengan Jeneberang atas pelaksanaan Program SIPURI (Sistem Informasi Program Usulan Irigasi), yang merupakan sistem informasi pengusulan irigasi berbasis daring yang digunakan pemerintah daerah untuk mengajukan kegiatan infrastruktur sumber daya air, seperti irigasi dan optimalisasi lahan.

Ia menjelaskan, mulai dari pengajuan usulan, pelaksanaan teknis, proses verifikasi hingga penyerahan hasil pekerjaan di lapangan melibatkan BBWS Pompengan Jeneberang.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengucapkan terima kasih atas adanya Program SIPURI. Melalui program ini, pemerintah daerah dapat mengusulkan lokasi pembangunan sumur bor atau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Untuk tahun 2025, Kabupaten Luwu Timur memperoleh tiga titik pembangunan, yakni dua titik di Desa Lamaeto dan satu titik di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, dengan nilai pagu fisik sebesar Rp5,4 miliar,” ujar Irwan.

Menurutnya, keberadaan sumur bor memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung sektor pertanian karena mampu menyediakan pasokan air yang stabil, terutama saat musim kemarau maupun pada lahan-lahan kering.