SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SDN 7 Salotungo. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 3 pada Lomba Bertutur Tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Soppeng Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Soppeng.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Soppeng itu diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai SD dan MI di Kabupaten Soppeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestasi SDN 7 Salotungo diraih melalui A. Khayla Almira Maridza, siswi kelas V, yang sukses menempati peringkat ketiga setelah bersaing dengan puluhan peserta lainnya.
Pada ajang tersebut, panitia juga memberikan uang pembinaan kepada para pemenang, yakni Juara I sebesar Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, dan Juara III Rp3 juta.
Adapun daftar pemenang Lomba Bertutur 2026 sebagai berikut:
Juara:
1. SDN Salebbo, Mario
2. SDN 22 Jerae
3. SDN 7 Salotungo
Juara Harapan:
1. SDN 100 Dare Bunga-Bungae
2. SDN 4 Kalenrungu
3. SDN Dare Bunga-Bungae
Kepala SDN 7 Salotungo, Firmansyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba dilakukan dalam dua tahapan.
Tahap awal diikuti oleh 50 siswa SD/MI dari seluruh Kabupaten Soppeng, kemudian peserta terbaik melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.
“Lomba ini bertujuan meningkatkan minat baca, melestarikan cerita rakyat Nusantara, serta membentuk karakter anak melalui budaya literasi,” ujar Firmansyah saat mendampingi siswinya.
Ia juga mengapresiasi pencapaian A. Khayla Almira Maridza yang dinilai merupakan hasil kerja keras dan bimbingan para guru pembina, yakni A. Arfia Arifai, M.Pd. dan Sidratul Muntaha, S.Pd., yang selama ini intensif memberikan latihan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru pembina. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Khayla maupun siswa lainnya untuk terus berprestasi dan meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang,” katanya.
Firmansyah berharap Lomba Bertutur yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Soppeng dapat terus menjadi agenda tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menumbuhkan kecintaan anak terhadap literasi dan budaya lokal, tetapi juga melatih kemampuan berbicara di depan umum sekaligus mengenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat Nusantara. (Daus)

