PALEMBANG, UJUNGJARI.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menegaskan bahwa Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan ujung tombak dalam pembangunan kesehatan ibu dan anak.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke salah satu Posyandu di Kota Palembang sebagai bagian dari penguatan sinergi pelayanan kesehatan masyarakat dan pengawasan keamanan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM dr. Elfi Taruna Ikrar, Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol. Dr. Jayadi, S.I.K., M.H., Staf Khusus Kepala BPOM dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., Kepala Biro Umum Asih Lisa, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Irwansyah, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Lynda K. Wardhani, Direktur Pengawasan Pangan Olahan Sondang, serta jajaran BPOM lainnya.

Rombongan berdialog langsung dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan ibu dan anak.

Menurut Taruna Ikrar, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia sekolah.

“Posyandu adalah ujung tombak kesehatan ibu dan anak. Dari Posyandu lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, kualitas pelayanan Posyandu harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menjelaskan, berbagai upaya promotif dan preventif dijalankan melalui Posyandu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, hingga pembinaan kesehatan ibu hamil.

Taruna juga menegaskan bahwa BPOM memiliki peran penting dalam memastikan keamanan obat, pangan olahan, suplemen kesehatan, obat tradisional, dan kosmetik yang digunakan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Menurutnya, perlindungan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan medis, tetapi juga melalui jaminan keamanan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat.

Karena itu, BPOM terus memperluas edukasi kepada kader Posyandu dan masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang telah memiliki izin edar BPOM, membaca label sebelum membeli, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta menerapkan pola konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.

“Literasi masyarakat merupakan benteng pertama dalam mencegah risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar turut mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Ia menilai kader Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan status gizi keluarga, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

Ke depan, BPOM akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar Posyandu semakin berdaya sebagai pusat edukasi kesehatan keluarga sekaligus penggerak budaya konsumsi obat dan pangan yang aman.

Penguatan Posyandu juga menjadi bagian penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis, percepatan penurunan stunting, serta pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas nasional.

Menutup kunjungannya, Taruna Ikrar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan Posyandu sebagai pusat pembelajaran kesehatan keluarga.

“Membangun Indonesia yang kuat dimulai dari keluarga yang sehat. Dan keluarga yang sehat dibangun melalui Posyandu yang aktif, kader yang tangguh, serta masyarakat yang sadar akan pentingnya obat dan pangan yang aman. Inilah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” pungkasnya. (**)