MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, RT 04 dan RT 05 RW 04, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (31/7/2026) sore.

Di hadapan para korban, Munafri menyampaikan rasa prihatin sekaligus memastikan seluruh perangkat Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat memberikan penanganan bagi warga terdampak. Ia bersyukur musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal pertama yang menjadi perhatian dan keprihatinan kita adalah alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan semua bisa ditangani dengan baik. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kehidupan masyarakat setelah kebakaran ini,” ujar Munafri.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya sebatas penyediaan bantuan logistik, tetapi juga memastikan kelompok rentan mendapatkan pelayanan maksimal.

“Bagaimana anak-anak yang sekolah, warga yang sakit, ibu hamil, hingga lansia. Mereka harus mendapatkan perhatian ekstra,” katanya.

Munafri menjelaskan seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari pendirian tenda pengungsian, penyediaan makanan, hingga kebutuhan penampungan sementara yang layak.

Ia juga memastikan bantuan lanjutan berupa material bangunan akan segera disalurkan agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kita ingin memastikan seluruh bantuan benar-benar diterima oleh korban yang membutuhkan,” tegasnya.

Di sela kunjungan tersebut, Munafri turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

Ia mengimbau warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak membebani satu colokan dengan banyak perangkat elektronik, memastikan kompor benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, ia mengajak warga memperkuat kepedulian antar tetangga dengan saling mengawasi kondisi lingkungan dan segera melapor kepada ketua RT maupun RW apabila terdapat situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Kalau rumah sedang kosong, sampaikan kepada tetangga. Dengan begitu bisa saling mengawasi sehingga jika terjadi sesuatu, penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus melakukan asesmen cepat dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 56 rumah semi permanen terdampak kebakaran, terdiri atas 21 unit di RT 04/RW 04 dan 35 unit di RT 05. Dari jumlah tersebut, 17 rumah mengalami rusak berat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan.

Musibah itu berdampak kepada 105 kepala keluarga atau 235 jiwa, dengan satu orang mengalami luka ringan. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik, namun masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M. Fadli Tahar, mengatakan penanganan kini memasuki fase tanggap darurat setelah proses pemadaman selesai dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar bersama BPBD, TNI, dan Polri yang mengerahkan sekitar 50 armada.

“Saat api berhasil dipadamkan, BPBD mengambil alih penanganan. Fokus kami melakukan asesmen menyeluruh, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar warga dapat segera kembali beraktivitas,” ujar Fadli.

BPBD saat ini masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Bantuan yang telah diinventarisasi meliputi tenda darurat, terpal, family kit, baby kit, pakaian, selimut, perlengkapan pertolongan pertama, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Selain bantuan logistik, BPBD juga menyiapkan layanan dukungan psikososial atau trauma healing, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, sembari menyusun program rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai hasil asesmen lapangan.

Pemerintah Kota Makassar mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau dengan memastikan instalasi listrik aman dan segera melaporkan setiap kondisi darurat kepada BPBD maupun instansi terkait. (rhm)