TAKALAR, UJUNGJARI – Setelah sebelumnya sukses diterapkan di jenjang sekolah dasar, program literasi GEMAR (Gerakan Edukasi Membaca Awal Rutin) kini menyasar siswa sekolah menengah pertama.
Program yang digagas Humairah, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin dari Fakultas Ilmu Budaya, itu dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di kelas 7 Andi Jemma, UPT SMP Negeri 2 Takalar.
Humairah merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia yang ditempatkan di Posko Salaka 1,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Program GEMAR menjadi bagian dari rencana kerja individu yang telah disusun dan disepakati sejak awal pelaksanaan KKN.
Dalam pelaksanaannya, Humairah tidak bekerja sendiri. Sejumlah rekan mahasiswa yang tergabung dalam posko turut membantu agar kegiatan berjalan dengan lancar.
Membaca, Memahami, Lalu Bercerita
Kegiatan GEMAR di UPT SMP Negeri 2 Takalar berlangsung sederhana, tetapi menyimpan pesan penting tentang budaya membaca di kalangan pelajar.
Setiap siswa terlebih dahulu
mendapatkan satu buku bacaan. Mereka kemudian diberikan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk membaca secara mandiri.
Suasana kelas pun seketika berubah. Para siswa larut dalam keheningan, menelusuri halaman demi halaman buku yang berada di tangan mereka.
Di tengah rutinitas pembelajaran dan padatnya aktivitas sekolah, momen tersebut menjadi ruang sederhana bagi siswa untuk kembali berinteraksi dengan buku.
Namun, GEMAR tidak berhenti pada aktivitas membaca. Setelah menyelesaikan bacaan, siswa diarahkan untuk memahami isi buku dan menyampaikan kembali apa yang telah mereka baca.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari program. Siswa tidak hanya didorong untuk membaca, tetapi juga belajar menangkap gagasan, memahami informasi, kemudian
mengungkapkannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.
Bagi Humairah, kebiasaan membaca perlu dibangun secara bertahap. Membaca bukan sekadar aktivitas untuk menyelesaikan halaman sebuah buku, melainkan proses untuk melatih kemampuan memahami, berpikir, dan berkomunikasi.
Melalui GEMAR, ia berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam keseharian siswa.
Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana kegiatan KKN Tematik Literasi tidak hanya menghadirkan aktivitas membaca di ruang kelas, tetapi juga berupaya menanamkan pengalaman literasi yang menyenangkan dan berkelanjutan bagi pelajar.
Dari sebuah buku, siswa diajak membaca. Dari bacaan, mereka belajar memahami. Dan dari pemahaman itulah, mereka belajar bercerita.

