SELAYAR, UJUNGJARI.COM — Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Begitu mendapat peringatan dini tsunami, warga di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena langsung melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Sejumlah warga memilih berlari menuju bukit sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang tsunami.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali mengatakan, masyarakat di dua kecamatan tersebut termasuk yang paling cepat merespons peringatan tsunami.
Menurutnya, pengalaman gempa besar pada 2021 yang berdampak hingga wilayah Selayar membuat masyarakat lebih sigap menghadapi situasi serupa.
“Saya sudah langsung video call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena. Memang sempat ada kejadian di 2021 yang mengakibatkan trauma masyarakat,” ujar Natsir Ali.
Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Kesadaran terhadap risiko gempa dan tsunami kini dinilai semakin tinggi.
“Alhamdulillah kesadaran masyarakat menghadapi gempa di Pasimarannu, Pasilambena cepat, mereka langsung lari ke bukit,” katanya.
Natsir Ali memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut di wilayah Kepulauan Selayar.
Meski demikian, kepanikan sempat dirasakan warga. Situasi tersebut dipicu oleh ingatan masyarakat terhadap dampak gempa pada 2021 lalu.
“Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang kemarin. Tapi alhamdulillah dampaknya tidak seperti yang kemarin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gempa sebelumnya sempat menyebabkan kerusakan cukup parah, termasuk pada rumah warga, tanggul hingga sejumlah ruas jalan.
Namun, berdasarkan pemantauan sementara, kondisi di Selayar saat ini masih aman.
“Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada. Sempat saya tanya, tidak ada rumah, sekolah yang rusak. Kami masih waspada,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tetap meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tidak panik namun tetap waspada dan mengikuti arahan petugas terkait perkembangan situasi gempa dan potensi tsunami. (**)

