MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan mendorong seluruh pengurus PBSI kabupaten/kota meningkatkan pengetahuan di bidang medis dan nutrisi olahraga.

Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknik dan fisik, tetapi juga kesehatan serta kebutuhan nutrisi pemain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Pengprov PBSI Sulsel, Prof. DR. Warsinggih, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Kota (Pengkot) PBSI Makassar periode 2026-2030, di Hotel Aerotel Smile Makassar, Sabtu (15/8/2026).

Warsinggih mengatakan, pengurus PBSI di daerah perlu memiliki pemahaman dasar mengenai kondisi medis atlet, terutama ketika pemain sedang menjalani pertandingan atau latihan di lapangan.

Menurutnya, pengetahuan tersebut penting agar pengurus maupun tim pendamping dapat lebih cepat mengetahui dan mengambil langkah ketika atlet mengalami kelelahan, cedera, dehidrasi maupun kondisi kesehatan lainnya.

“Pengurus harus memiliki pengetahuan medis, khususnya bagaimana mengetahui kondisi pemain atau atlet ketika berada di lapangan,” ujar Warsinggih dalam sambutannya.

Selain pengetahuan medis, Warsinggih juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai nutrisi atlet. Asupan makanan dan minuman yang tepat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga stamina dan kebugaran pemain.

Karena itu, PBSI Sulsel mendorong pengurus kabupaten/kota untuk mengikuti pelatihan medis dan nutrisi olahraga yang dapat meningkatkan kapasitas para pengurus serta tim pendamping atlet.

“Jadi bukan hanya pelatih yang harus memahami kondisi atlet, tetapi pengurus juga harus mempunyai pengetahuan dasar terkait medis dan nutrisi,” katanya.

Ia berharap peningkatan pengetahuan tersebut dapat diterapkan di seluruh Pengkab dan Pengkot PBSI se-Sulsel sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih profesional dan memperhatikan aspek keselamatan serta kesehatan pemain.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya PBSI Sulsel mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda kejuaraan, termasuk Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.  (drw)