MAKASSAR,UJUNGJARI.COM– Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Profesor Karta Jayadi, membantah anggapan yang menyebut dirinya ikut terlibat atau melakukan cawe-cawe dalam proses pemilihan rektor (Pilrek) UNM yang akan datang.
Karta menegaskan bahwa dirinya tidak lagi mengurus dinamika politik kampus, termasuk dalam proses pemilihan rektor yang saat ini mulai menjadi perhatian sivitas akademika.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak lagi mengurus atau cawe-cawe dalam pemilihan rektor UNM. Biarlah proses itu berjalan sebagaimana mestinya sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Karta di Makassar, Senin (31/8).
Ia juga membantah isu yang menyebut dirinya berada di belakang salah satu bakal calon rektor atau memberikan dukungan kepada figur tertentu.
Menurutnya, seluruh dosen yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama untuk maju dalam kontestasi Pilrek UNM.
“Saya tidak mendukung salah satu calon mana pun. Semua nama yang memiliki potensi dan memenuhi syarat dipersilakan untuk maju. Berikan kesempatan kepada sivitas akademika untuk menilai dan menentukan pilihan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Karta berharap proses pemilihan rektor dapat berlangsung secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, sehingga mampu melahirkan pemimpin terbaik bagi UNM.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika menjaga suasana yang kondusif selama tahapan Pilrek berlangsung serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau spekulasi yang dapat mengganggu jalannya proses pemilihan.
“Yang terpenting adalah bagaimana UNM mendapatkan rektor terbaik yang mampu membawa kampus ini semakin maju. Mari kita hormati proses dan mekanisme yang telah ditetapkan,” tutupnya.

