MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengajak generasi muda meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba melalui Program Edukasi Anti Narkoba untuk Sekolah di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9).
Kegiatan yang digelar dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, bekerja sama dengan Yayasan Sustainable Impact.ID serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMA Negeri 1 Makassar, Sulihin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pelindo bersama seluruh pihak yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program edukasi tersebut.
Menurut dia, edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting diberikan kepada pelajar agar mereka memiliki pengetahuan, keteguhan sikap, dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, dan BNN atas terselenggaranya kegiatan ini di SMA Negeri 1 Makassar. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba serta membantu mereka mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dia berharap, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak hanya diterapkan oleh para siswa, tetapi juga disampaikan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.
PIC Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 4, Marwah, mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga kebebasan generasi muda dari ancaman narkoba. Pelajar harus tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik,” kata Marwah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sejak dini karena sebagian besar waktu generasi muda dihabiskan dalam lingkungan pendidikan. Namun, upaya pencegahan narkoba tetap membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, kami ingin ikut memperkuat langkah pencegahan dengan membekali para siswa pengetahuan yang benar mengenai narkoba. Kami berharap mereka tidak sekadar mengetahui bahayanya, tetapi juga mampu menjaga diri dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi narkoba,” tuturnya.
Marwah menambahkan, Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel, Anas Kaharuddin, dalam materinya yang bertema “Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” menjelaskan bahwa pencegahan merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pelajar perlu memahami berbagai bentuk ancaman narkoba sekaligus mengetahui cara mengambil sikap ketika menghadapi pengaruh atau ajakan dari lingkungan sekitar.
“Generasi muda perlu dibekali informasi yang benar dan kemampuan untuk berkata tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba karena penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, bahkan masa depan seseorang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kolaborasi Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, BNN, dan SMA Negeri 1 Makassar ini diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba. (rhm)

