UJUNGJARI.COM–Begitu bel tanda masuk berbunyi, murid-murid SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, langsung diarahkan oleh Bu Rosmiaty, S.Pd.I, untuk mengambil buku di perpustakaan, lalu menuju kelas masing-masing.
Ada pula yang diarahkan mengambil tempat di panggung yang biasa dijadikan tempat pertunjukan seni. Sementara murid-murid kelas 5 dan kelas 6, yang ruangannya berada di lantai 2, mengambil posisi di depan ruang guru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ifra afiza, murid kelas 3A, bergabung dengan anak-anak di panggung. Dia terlihat asyik membaca buku berjudul “Mainan untuk Hana”.
Begitulah suasana aktivitas Rabu Literasi di SD yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8 itu. Kegiatan Rabu Literasi dilakukan mulai tahun ajaran baru, bulan Juni 2026.
“Anak-anak mulai membaca bersama sebelum mereka mengikuti pelajaran di kelasnya. Mereka membaca selama 15 menit, sesuai buku bacaan yang mereka sukai,” jelas Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Negeri Borong.
Andi Etty Cahyani menyampaikan kegiatan Rabu Literasi ini pembudayaan kegemaran membaca, sekaligus sebagai bagian dari penguatan Gerakan Literasi Sekolah.
Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong merupakan salah satu Perpustakaan Ramah Anak, sehingga selain membaca bersama, murid-murid juga diminta membaca nyaring, membaca berpasangan, dan membaca mandiri.
Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Elyda Alawiah, S.Tr.Par, M.Ip, Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, selanjutnya memandu anak-anak membaca berpasangan.
Ada proses interaksi dan tanya jawab di antara kedua anak yang membaca berpasangan tersebut. Keduanya bertanya tentang judul buku apa yang dibaca, dan apa kesan terhadap buku itu.
Ada juga murid kelas 2 yang diminta membaca nyaring, lalu diperdengarkan melalui pengeras suara.
Setelah durasi 15 menit, mereka pun menyelesaikan aktivitas literasinya.
Bu Elly, begitu Elyda Alawiah akrab disapa, kemudian meminta anak-anak yang sudah membaca mengembalikan buku-buku pada rak sesuai kodenya.
Bu Elly menjelaskan, setiap buku dan rak punya kode tersendiri. Ini sejalan dengan “prinsip usia dan kematangan” dalam Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA).
Ditambahkan, buku-buku dengan kode A diperuntukkan bagi anak-anak kelas 1 dan kelas 2. Buku kategori ini punya teks yang sedikit. Tujuannya agar anak-anak berimajinasi dengan gambar-gambar yang dilihatnya.
Buku-buku dengan kode B1 untuk anak kelas 3, sedangkan buku berkode B2 bagi anak-anak kelas 4. Selanjutnya, buku dengan kode C, bagi anak-anak kelas 5 dan kelas 6.
“Untuk anak-anak kelas tinggi, jenis bukunya sudah seperti komik yang banyak ceritanya karena mereka sudah bisa pahami,” papar Bu Elly. (*)

