SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 20 Kecamatan Liliriaja kembali menggelar pertemuan di Singgah Sawah Timusu, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan yang dihadiri seluruh kepala sekolah dasar (SD) se-Gugus 20 tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya penguatan kompetensi guru dan penataan lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengawas Gugus 20 Liliriaja, Hj. Karmawati, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya mengaktifkan kembali program Hari Belajar Guru (HBG) sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan tenaga pendidik.
Menurutnya, HBG merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memberikan kesempatan kepada guru untuk meluangkan satu hari dalam sepekan khusus untuk belajar dan mengembangkan kompetensi, tanpa melaksanakan kegiatan mengajar di kelas.
“HBG bukan sekadar memberi waktu luang. Ini ruang untuk guru belajar bersama, berdiskusi, dan merefleksikan diri demi membangun budaya pembelajar sepanjang hayat,” ujar Hj. Karmawati.
Ia menegaskan, pelaksanaan HBG harus tetap memperhatikan proses pendidikan siswa dan tidak boleh mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun waktu keluarga.
Kegiatan HBG, lanjutnya, dapat dikemas melalui berbagai forum pengembangan profesional, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), maupun forum kepala sekolah seperti KKKS/MKKS.
Selain HBG, pertemuan K3S juga membahas rencana observasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPM) yang nantinya dilakukan oleh kepala sekolah bersama pengawas.
Agenda lainnya adalah sosialisasi penguatan mindset guru. Program tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir tenaga pendidik agar semakin adaptif dalam mengembangkan proses pembelajaran yang berkualitas.
Menjelang peringatan Hari Guru, para kepala sekolah juga diminta menggelar lomba internal di masing-masing sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap dedikasi para tenaga pendidik.
Dalam pertemuan itu, pengawas turut mendorong penataan lingkungan sekolah secara bertahap. Salah satunya melalui penataan litnum atau pojok literasi numerasi, serta pengembangan Green House di sekolah-sekolah.
K3S sendiri menjadi wadah profesional bagi para kepala sekolah SD untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, sekaligus menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di tingkat gugus maupun kabupaten.
Melalui penguatan program HBG, RPM, pengembangan kompetensi guru, serta penataan lingkungan sekolah, Gugus 20 Liliriaja berharap kualitas pembelajaran di sekolah dasar dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Daus)

