MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya menjadikan Makassar sebagai pintu gerbang perdagangan dan investasi menuju pasar internasional, khususnya kawasan Asia.

Menurut Munafri, posisi Makassar sangat strategis sebagai pusat perdagangan Indonesia Timur. Potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan memperluas konektivitas bisnis antara pelaku usaha lokal dengan pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Munafri dalam momentum Business Connection Indonesia–China 2026. Ia menyebut forum tersebut menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha Makassar dan mitra bisnis dari Tiongkok.

“Saya melihat Makassar punya posisi yang sangat strategis sebagai jantung perdagangan Indonesia Timur. Melalui Business Connection Indonesia–China 2026, kita ingin membuka peluang yang lebih konkret agar produk dari Makassar, Sulawesi Selatan, hingga kawasan Indonesia Timur dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk Tiongkok,” ujar Munafri.

Ia menilai penguatan hubungan bisnis internasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan transaksi perdagangan, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Munafri menyebut kepercayaan investor terhadap Makassar terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2025, nilai investasi yang masuk ke Kota Makassar tercatat mencapai Rp5,29 triliun.

“Kepercayaan investor juga terus tumbuh, dengan nilai investasi Makassar mencapai Rp5,29 triliun pada 2025,” katanya.

Menurutnya, capaian investasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan pembangunan. Pemerintah Kota Makassar berkewajiban memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelaku usaha lokal, serta mendorong UMKM naik kelas.

“Tugas kita memastikan pertumbuhan ini bukan hanya angka, tetapi membuka lapangan kerja, membantu UMKM naik kelas, dan menjadikan Makassar sebagai hub yang menghubungkan produk Indonesia Timur dengan pasar internasional,” tegas Munafri.

Ia berharap semakin terbukanya koneksi bisnis dengan pasar internasional dapat memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Dengan dukungan investasi, penguatan UMKM, serta konektivitas perdagangan global, Pemkot Makassar ingin memastikan berbagai produk unggulan daerah tidak hanya berputar di pasar domestik, tetapi mampu menembus pasar dunia. (Rls)