MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – SMP Negeri 25 Makassar siap menerapkan pembelajaran daring atau melalui Zoom menyusul kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar sebagai dampak antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.

Kepala SMP Negeri 25 Makassar, Akib, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya siap menjalankan pembelajaran secara daring sesuai kebijakan yang dikeluarkan Disdik Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan pilihan bagi guru maupun siswa yang mengalami kendala jaringan internet di rumah untuk mengikuti pembelajaran dari sekolah.

“Bagi guru dan siswa, utamanya yang tinggal di sekitar sekolah, boleh datang langsung ke sekolah. Tetap belajar melalui Zoom, tetapi menggunakan fasilitas WiFi yang tersedia di sekolah,” ujar Akib.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu solusi bagi siswa yang terkendala jaringan internet ketika mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Biasanya ada anak-anak yang terkendala dengan jaringan internet. Jadi kalau yang rumahnya dekat sekolah, bisa datang ke sekolah,” katanya.

Akib menambahkan, selama mengikuti pembelajaran daring dari sekolah, siswa dapat membawa telepon seluler (HP) masing-masing untuk menunjang proses belajar melalui Zoom.

Sebelumnya, Disdik Kota Makassar mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran daring bagi murid jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring bagi Murid Jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar.

Surat edaran tersebut diterbitkan pada 11 September 2026 dan ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman.
Kebijakan pembelajaran daring diambil menyusul keterbatasan ketersediaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Makassar.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu mobilitas murid, guru, maupun orang tua murid dalam menjalankan aktivitas pendidikan.

Dengan penerapan pembelajaran daring, proses belajar mengajar diharapkan tetap berjalan meski mobilitas masyarakat terdampak situasi antrean BBM.

SMPN 25 Makassar pun menyatakan siap menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kebijakan tersebut, sembari memastikan siswa tetap mendapatkan akses pembelajaran meski tidak seluruhnya hadir secara fisik di sekolah.  (drw)