TAKALAR, UJUNGJARI— Wacana pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar mulai menghangat. Sejumlah nama mencuat untuk mengisi posisi strategis tersebut menyusul rencana perpindahan Sekda Takalar, Dr Muhammad Hasbi, ke instansi lain.

Di tengah wacana itu, Komunitas Perempuan Sulsel mendorong Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mempertimbangkan figur perempuan untuk menduduki jabatan Sekda. Salah satu nama yang disebut memiliki pengalaman pemerintahan adalah Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Nilal Fauziah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorongan tersebut disampaikan Lenny, perwakilan Komunitas Perempuan Sulsel yang juga alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Menurut Lenny, pengangkatan perempuan sebagai Sekda akan menjadi catatan sejarah baru bagi Kabupaten Takalar. Ia menilai, figur perempuan dengan pengalaman birokrasi yang mumpuni layak diberi kesempatan memimpin jajaran administrator pemerintahan daerah.

“Jika Bupati Daeng Manye ingin mencetak sejarah baru di Takalar, maka sebaiknya mempertimbangkan perempuan untuk menjadi Sekda berikutnya,” tegas Lenny.

Ia menyebut dr Nilal Fauziah sebagai salah satu figur perempuan yang memiliki rekam jejak pemerintahan cukup panjang. Selain pernah menduduki sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT), Nilal juga pernah menjabat Kepala Rumah Sakit Panjonga Daeng Ngalle dan memimpin Badan Keluarga Berencana serta Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Takalar.

Pengalaman tersebut, kata Lenny, menjadi modal penting untuk mengemban tanggung jawab pada jenjang jabatan yang lebih tinggi.
“Beliau juga salah satu pengurus dan aktivis KAHMI serta alumni Unhas,” jelasnya.

Selain dr Nilal Fauziah, sejumlah nama lain juga disebut dalam wacana pengisian jabatan Sekda Takalar. Di antaranya Ahmad Rivai dan Rachmansyah Lantara.

Sementara itu, dr Nilal Fauziah yang dikonfirmasi terkait dorongan tersebut memilih tidak memberikan komentar mengenai wacana pencalonan dirinya sebagai Sekda.

“Itu kewenangan dan hak Bupati. Sebagai bawahan, di mana pun atasan memberikan arahan dan perintah, siap menjalankannya. Saya tidak ada komentar terkait jabatan Sekda Takalar,” tandas Alumni Fakultas Kedokteran Unhas Angkatan 1995 ini. (*)