FAKFAK,UJUNGJARI.COM — Tim 16 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin (UNHAS) memfasilitasi pengesahan Surat Keputusan (SK) Karang Taruna Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (18/10/2026).
Lembaga kepemudaan ini dibentuk untuk menjadi motor penggerak pembangunan di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Lapangan Tim 16 TEP UNHAS, Nur Vidiah Rachmadani, menyatakan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, melainkan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia.
”Hari ini pemuda Saharey telah memiliki wadah resmi, dan merekalah yang akan menjadi motor penggerak untuk melanjutkan program yang telah kita rintis bersama,” ujar Nur Vidiah dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Pembentukan karang taruna ini merupakan tindak lanjut dari riset aksi yang dilakukan Tim 16 sejak Agustus 2026.
Berdasarkan temuan di lapangan, pemuda setempat memiliki antusiasme tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa, namun terkendala ketiadaan kelembagaan resmi.
Kepala Kampung Saharey, Zainuddin Arbakala, menyambut baik langkah tersebut dan memastikan pemerintah desa siap memberikan dukungan penuh agar organisasi baru ini dapat bekerja optimal.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kampung Saharey terpilih, Saleh, menyatakan kesiapan jajarannya untuk langsung turun tangan.
“Kami siap mengembangkan kampung serta memajukan BUMKam agar komoditas pala kita bisa dikenal lebih luas,” tegas Saleh.
Ke depan, Karang Taruna Saharey diamanatkan untuk mengawal sejumlah program strategis, mulai dari memajukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Parimimi, memasarkan komoditas unggulan seperti pala dan hortikultura, hingga memperkuat kohesi sosial lintas desa bersama pemuda Kampung Weri guna menyambut integrasi warga baru di kawasan transmigrasi.

