GOWA, UJUNGJARI.COM -‐ Posisi Terbaik 5 pada penganugerahan Jamsostek Award 2026 Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya diraih Pemkab Gowa. Penghargaan ini untuk kategori pemerintah kabupaten. Selain untuk kategori pemerintah kabupaten, Gowa juga meraih satu penghargaan lagi (Terbaik 3) untuk kategori pemerintah desa. Penyerahan penghargaan ini dilakukan di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar pada Rabu (21/10).

Penghargaan diserahkan oleh Penjabat Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Andi Winarno Eka Putra dan diterima Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gowa Muhammad Sabir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menerima penghargaan, Sabir mengatakan bahwa penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah di Sulawesi Selatan dalam mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut, kita meraih peringkat 5 besar,” kata Sabir.

Selain Pemkab Gowa, Sabir juga menyebutkan ada empat kategori yang mendapatkan penghargaan, yaitu Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Kategori Usaha Mikro dan Kecil, Kategori Usaha Besar dan Menengah dan Kategori Pemerintah Desa.

“Untuk Kategori Pemerintah Desa, ada salah satu desa kita yang dapat, yaitu Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng meraih peringkat 3,” sebut Sabir.

Sabir menjelaskan Kabupaten Gowa juga berhasil melampaui target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Tahun 2025 dengan realisasi 117.626 peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dari target UCJ Tahun 107.296 atau 109,6 persen.

Kedepan kata Sabir, Pemkab Gowa akan terus berkomitmen memperluas perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja rentan, termasuk mendorong pembentukan regulasi yaitu Perda Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang sementara berproses di DPRD Gowa.

Selain itu, dirinya juga mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Gowa untuk ikut berkontribusi memperluas perlindungan sosial bagi pekerja.

“Kedepan kita akan perluas lagi, tahun depan kita targetkan pekerja keagamaan seperti pengurus atau marbot masjid dan guru mengaji. kemudian pekerja rentan di semua kelurahan Kabupaten Gowa,” tambah Sabir.

Sementara itu Pj Sekprov Sulsel Andi Winarno Eka Putra pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perusahaan yang berkomitmen memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja,” ujarnya.

Andi Winarno juga terus mendorong dan mengajak pemerintah kabupaten dan kota serta perusahaan swasta untuk mengambil peran lebih besar dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja dan memastikan pekerjanya terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Bagi pekerja bukan penerima upah, khususnya pekerja rentan seperti pekerja keagamaan, petani, nelayan, sopir angkot, tukang becak, dan lain sebagainya, saya meminta kepada bupati dan wali kota untuk melindungi pekerja tersebut dengan penganggaran dalam APBD kabupaten/kota dan APBDes,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Mintje Wattu, juga mendorong pemerintah daerah memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurut Mintje, penghargaan tersebut diharapkan mendorong pemerintah daerah menerapkan regulasi yang telah tersedia secara lebih konsisten.

“Dengan dilakukannya UCJ Award ini, pemerintah daerah didorong untuk bisa fokus ke sana. Karena itu, penghargaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi bersama beberapa kementerian kepada pemerintah daerah yang menjalankan program dengan baik,” ujarnya. –