GOWA, UJUNGJARI.COM — Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (LKBN KKRI) tingkat pratama TA 2026 yang dilaksanakan di Dodik Bela Negara Rindam XIV Hasanuddin, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu pada Minggu (25/10) resmi ditutup.

Penutupan ini dihadiri Danrindam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Budiawan Basuki,
Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter bersama pimpinan DPRD Gowa diwakili anggota Komisi II Faizal Nyengka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LKBN KKRI yang mulai digelar pada Jum’at (23/10) dan dibuka langsung oleh Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Parluhutan Marpaung ini diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah baik SMA maupun SMK se-Gowa.

Para peserta LKBN KKRI angkatan 2026 terdiri atas ratusan siswa siswi SMA/SMK se-Kabupaten Gowa. (foto/ist)

Usai penutupan, Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, memiliki jiwa nasionalisme serta berkomitmen terhadap bangsa dan negara.

“Kita berharap agar kegiatan pendidikan dan pelatihan bela negara tersebut dapat memberikan manfaat bagi para siswa, khususnya peserta didik tingkat SMA/SMK di Kabupaten Gowa. Pemerintah kabupaten juga berharap anak-anak kita (para siswa SMA/SMK dapat memperoleh pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan cita-cita bangsa dan negara” kata Andy Azis.

Dikatakan Andy Azis, pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, guru hingga orang tua siswa. Sinergi tersebut diperlukan agar para peserta didik memperoleh motivasi dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, kedisiplinan serta rasa tanggung jawab,” tandas Sekkab Gowa.

Menurutnya, kegiatan LKBN KKRI ini menjadi penumbuh semangat persatuan, cinta tanah air, tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemerintah Kabupaten Gowa juga berharap kegiatan ini berkelanjutan dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berintegritas dan siap mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda harus memiliki ketahanan diri di tengah arus pesatnya teknologi AI,” terangnya.

Sebelumnya ketika membuka LKBN KKRI pada Jum’at pekan kemarin, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Parluhutan Marpaung mengatakan kegiatan LKBN KKRI ini sangat penting sebagai upaya mempersiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter dan memiliki semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anak-anak kita, khususnya siswa-siswi sekolah menengah atas, agar serius menyiapkan masa depan mereka. Sebab, masa depan mereka adalah masa depan bangsa. Pada usia ini, mereka berada dalam masa yang sangat menentukan sehingga harus mempersiapkan diri dengan baik,” kata Parluhutan.

Apalagi generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dan dinamis, terutama dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta teknologi informasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tapi juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak dimanfaatkan secara bijak.

Penggunaan teknologi yang berlebihan berpotensi mengurangi kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan sosial, pendidikan dan tanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan.

“Teknologi AI memberikan dampak positif, tapi kita juga harus mewaspadai dampak negatifnya. Jangan sampai anak-anak kita terlena, lupa belajar, lupa kepada orang tua, keluarga dan teman, bahkan melupakan masa depan mereka sendiri serta masa depan bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain perkembangan teknologi, tantangan saat ini adalah menjauhkan pelajar dalam aksi kekerasan, kerusuhan maupun aktivitas kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban dan membahayakan masa depan generasi saat ini.

Para pelajar peserta LKBN KKRI diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki ketahanan diri, budi pekerti luhur, kedisiplinan serta tidak kehilangan identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia di tengah arus perkembangan teknologi dan perubahan budaya.

“Tugas utama pelajar adalah belajar, anak-anak sekolah harus fokus belajar, belajar dan belajar. Mereka harus patuh kepada orang tua dan guru serta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Kita ingin mereka menjadi generasi yang tangguh, memiliki karakter dan mampu menjaga jati diri bangsa,” tandas Parluhutan.

Dirinya juga berharap melalui kegiatan LKBN KKRI ini, para pelajar mampu menjadi generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat cinta tanah air, bijak dalam memanfaatkan teknologi dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya. –