MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tri Star Mandiri (TSM) Open Tournament yang telah berlangsung lima hari di GOR Poltekkes Makassar, resmi ditutup pada Rabu (28/10) malam.

Penutupan ini dihadiri jajaran Direksi PT TSM Kendrick Rainhart Wikarso dan Owner PT TSM Tiawudy Wikarso sekaligus Ketua Umum PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa) Sulawesi Selatan. Juga hadir Ketua Umum PBSI Sulsel Prof Dr Warsinggih, Sekretaris Dispora Sulsel Ariansyah dan para pengurus PSMTI Sulsel dan sejumlah sponsor TSM Cup 2026 ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sela final tanding, Kendrick Rainhart Wikarso berharap turnamen terbuka yang kali kedua digelar oleh TSM bisa berlanjut dan menjadi kejuaraan tetap.

“Semoga bisa jadi agenda tahunan. Melalui turnamen ini ada tiga harapan besar kami yakni untuk pererat silaturahmi dan keakraban, menjadi penyemangat dan penyaluran bakat bulutangkis dan semoga melalui turnamen ini lahir bibit-bibit bulutangkis di Makassar secara khusus dan di Sulsel secara umum, ” jelas Kendrick.

Hal senada dikatakan Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Pemkot Makassar Ariansyah. Menurutnya, apresiasi tinggi untuk TSM sangat tepat sebab karena terselenggaranya open tournament ini sangat membantu pemerintah kota menemukan bibit atlet bulutangkis yang berprestasi besar.

Demikian pun yang dikatakan Ketua Umum PBSI Sulsel Prof Dr Warsinggih. Menurutnya, turnamen ini bukan tentang kalah dan juara. Tapi lebih kepada bagaimana membangun persaudaraan dan menumbuhkan semangat sportif yang harus selalu dijaga dan dikembangkan.

“Selamat yang menjadi juara karena telah menunjukkan sportifitas, dedikasi dan kemampuannya yang terbaik. Menang kalah biasa tapi semangat pantang menyerah dalam setiap kompetisi harus ada. Saya berharap kegiatan ini harus terus berlanjut agar kita dapat mengukur prestasi para pebulutangkis kita, ” terang Warsinggih.

Warsinggih pun salut karena baru di TSM Cup ada apresiasi panitia memberikan jaminan asuransi jiwa kepada pemain selama bertanding.

“Ini hal luar biasa. Patut dicontoh untuk semua pelaksana turnamen. Namun bukan menjadi keharusan tapi kita akan upayakan bisa ada. Sebagai pengurus PBSI saya selalu berharap turnamen selalu ada. Dan saat ini patutlah kita bersyukur karena sekaranh kita sudah punya GOR yang memang khusus untuk bulutangkis bahkan tarafnya sudah nasional bahkan internasional yakni GOR JK dan GOR Sudiang. Dua GOR ini khusus untuk bulutangkis dan kapasitas daya tampung penonton antara 5.000 hingga 7.000-an orang. Kalau GOR JK.itu tujuh lapangan dan GOR Sudiang lima lapangan. Dengan keberadaan dua gedung olahraga ini jelas menjadi motivasi besar bagi PBSI untuk lebih menggiatkan dan meningkatkan bulutangkis di Sulsel, ” kata Warsinggih.

Suasana penutupan meriah dengan aksi tarian Barongsai yang meliuk-liuk dan melompat hingga mengganggui penonton diiringi suara genderang dan gemerincing dua lempengan besi kuningan yang memekak telinga.

Penyerahan hadiah kepada para juara pun berlangsung seru. Apalagi hadiah bagi para juara sangat menggiurkan dan membuat sumringah yang menerimanya. Seperti pasangan juara 1 kelas C Under yang dihadiahi Rp15 juta, juara 2 Rp10 juta dan juara 3 Rp5 juta. Kelas D Non juara 1 Rp12 juta, juara 2 Rp8 juta dan juara 3 Rp4 juta. Kelas Putri D juara 1 Rp8 juta, juara 2 Rp5 juta dan juara 3 Rp2,5 juta.

Pada kelas Mix Dewasa juara 1 Rp8 juta, juara 2 Rp5 juta dan juara 3 Rp2,5 juta. Untuk Ganda Putra Binaan juara 1 Rp4 juta, juara 2 Rp2 juta dan juara 3 Rp1,5 juta. Dan Kelas Eksekutif juara 1 Rp4 juta, juara 2 Rp2 juta dan juara 3 Rp1 juta.

Untuk para juara di Kelas Putri D masing-masing secara berurut juara 1 Ayu/Felicia (PB Ada Mahar), juara 2 Rika/Kiki (PB Telkom School), juara 3 bersama adalah Mughny/Dian (PB Gasing) dan Herna/Dewi (PB Sister).

Kelas Ganda Binaan, juara 1 Repandri Syabilah/Fariz Alfaridzi (PB Yanti Jaya), juara 2 Effendy Choiry/Ahmad Hanif (PB Champion/Jaya Raya Metland) dan juara 3 bersama adalah pasangan Bagas Mahendra/Faeyza Amar (PB Ayatha Asoka/Champion) dan Fahrun Raditya/Rendra (PB TSM).

Sementara pada Kelas D Non juara 1 Albar/Amin (PB Andana), juara 2 Andre Michel/Janhadi Ruslim (PB Perorangan) dan juara 3 bersama adalah Cahaya/Sadly (PB Broiler) dan Wawan/Yayat (PB Jarvis).

Kelas Mix juara 1 Wawan/Fadya (PB Jarvis), juara 2 Effendy/Ratna (PB Putra Sejahtera), juara 3 bersama adalah Rival/Rabiah (PB Gasing) dan Yadi/Wati (PB Yabes Sarana Mandiri).

Untul Kelas C Under juara 1 H Bisman/Fauzan (PB Forena 815), juara 2 Aan/Bagas Mahendra (PB TPB Ayatha Asoka), juara 3 bersama Tabligh/Resky (PB TPB Ayatha Asoka) dan Didi/Akbar (PB Bunga Zulfa 8000).

Sementara juara di Kelas Eksecutive juara 1
H.Hafid/Agus Rahman (PB TSM), juara 2 H Makmur/H Naba (PB Destroyer) dan juara 3 bersama adalah Salim/Ari (PB TSM) dan
Yoosi/Dg Limpo (PB Kalegowa). –