JAKARTA — Kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam menyelamatkan pasien stroke. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak permanen dan meningkatkan kemungkinan pemulihan.

Untuk mendukung penanganan tersebut, RS Pondok Indah Group menerapkan sistem Code Stroke, yakni protokol kegawatdaruratan medis yang mengoordinasikan berbagai tenaga kesehatan agar pasien dengan dugaan stroke akut mendapatkan penanganan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem ini mengaktifkan kerja sama lintas disiplin, mulai dari dokter spesialis neurologi, dokter emergency, dokter umum, dokter spesialis radiologi, laboratorium, hingga farmasi. Koordinasi dilakukan sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga tindakan medis lanjutan diperlukan.

Mengenal Sistem Code Stroke

Code Stroke merupakan sistem respons cepat rumah sakit untuk menangani pasien yang dicurigai mengalami stroke. Begitu gejala stroke teridentifikasi, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal, menelusuri waktu munculnya gejala, serta mempersiapkan pemeriksaan penunjang.

Teknologi pencitraan medis seperti CT-Scan dan MRI/MRA menjadi bagian penting dalam proses diagnosis. Pemeriksaan tersebut membantu dokter memastikan jenis stroke yang dialami pasien sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi klinis.

Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis, yakni stroke iskemik akibat penyumbatan pembuluh darah otak dan stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan di otak.

Keduanya membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda.

Golden Period, Waktu Penting Menyelamatkan Otak

Dalam penanganan stroke iskemik, terdapat periode emas atau golden period selama 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Pada rentang waktu tersebut, pasien yang memenuhi kriteria medis dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan terapi trombolisis guna melarutkan bekuan darah penyebab penyumbatan.

Semakin cepat terapi diberikan, semakin besar peluang menyelamatkan jaringan otak yang masih dapat dipulihkan.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa stroke merupakan kondisi darurat medis. Menunda pemeriksaan atau menunggu gejala membaik dengan sendirinya dapat memperkecil kesempatan pasien mendapatkan terapi yang optimal.

Bagaimana Alur Penanganan Code Stroke?

Ketika pasien dengan gejala stroke tiba di IGD, dokter segera melakukan evaluasi kondisi pasien dan memastikan waktu terakhir pasien diketahui dalam keadaan normal (last known well).

Jika terdapat dugaan stroke akut, tim Code Stroke diaktifkan. Pemeriksaan laboratorium dan pencitraan otak dipersiapkan secara paralel untuk mempercepat penegakan diagnosis.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan stroke iskemik dan pasien memenuhi persyaratan medis, dokter dapat memberikan terapi trombolisis.

Pada kondisi tertentu, khususnya ketika terjadi penyumbatan pembuluh darah besar, dokter dapat mempertimbangkan tindakan mechanical thrombectomy. Prosedur ini dilakukan melalui teknik endovaskular dengan memasukkan kateter ke pembuluh darah untuk mengambil atau mengeluarkan bekuan darah penyebab sumbatan.

Pada kasus stroke hemoragik, penanganan disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan perdarahan. Konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf dapat dilakukan untuk menentukan kebutuhan tindakan lanjutan.

Didukung Teknologi Pencitraan Modern

Penerapan Code Stroke di RS Pondok Indah Group didukung teknologi pencitraan medis, antara lain MRI Brain 3 Tesla dan CT-Scan Head 512 Slice.

Teknologi tersebut membantu dokter memperoleh gambaran kondisi otak secara lebih detail, membedakan stroke akibat penyumbatan dan perdarahan, serta menentukan strategi penanganan yang sesuai.

Kecepatan dan ketepatan diagnosis menjadi hal mendasar karena kesalahan dalam menentukan jenis stroke dapat berdampak serius terhadap keselamatan pasien.

Meski demikian, teknologi medis perlu didukung kesiapan sumber daya manusia, koordinasi tim, serta penerapan protokol penanganan yang konsisten.

Kenali Gejala Stroke Sejak Dini

Selain kesiapan rumah sakit, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan stroke.

Gejala stroke dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti:

  • Wajah mendadak mencong atau tidak simetris.
  • Kelemahan atau kelumpuhan mendadak pada salah satu sisi tubuh.
  • Bicara pelo atau kesulitan memahami pembicaraan.
  • Gangguan penglihatan yang muncul tiba-tiba.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh secara mendadak.

Apabila tanda-tanda tersebut muncul, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala menghilang dan jangan menunda perjalanan ke rumah sakit.

Penting pula untuk mencatat kapan gejala pertama kali muncul atau kapan pasien terakhir diketahui dalam kondisi normal. Informasi ini sangat membantu dokter menentukan pilihan terapi.

Inovasi Penanganan Stroke dan Kolaborasi Internasional

Salah satu perkembangan penting dalam penanganan stroke adalah tindakan mechanical thrombectomy. Pada pasien tertentu dengan penyumbatan pembuluh darah besar, prosedur ini masih dapat dipertimbangkan hingga 24 jam sejak terakhir diketahui normal, berdasarkan hasil pemeriksaan pencitraan dan kriteria medis yang berlaku.

Inovasi tersebut membuka peluang penanganan bagi pasien yang sebelumnya tidak lagi memenuhi kriteria terapi trombolisis standar.

RS Pondok Indah Group juga menjalin kerja sama dengan World Stroke Organization (WSO), khususnya melalui Angels Initiative. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan mutu layanan stroke akut melalui pelatihan tenaga medis, penguatan protokol respons cepat, serta peningkatan kualitas diagnosis dan intervensi.

Implementasi Code Stroke di RS Pondok Indah Group telah berlangsung sejak awal 2023. Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil klinis pasien stroke.

Komitmen tersebut turut mendapatkan pengakuan internasional melalui WSO Angels Awards, penghargaan bagi fasilitas kesehatan yang memenuhi standar kualitas pelayanan stroke berdasarkan sejumlah indikator penilaian.

Melalui sistem Code Stroke, RS Pondok Indah Group terus memperkuat pelayanan penanganan stroke yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi.

Sebab, dalam penanganan stroke, setiap menit sangat berarti. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan yang tepat, semakin besar kesempatan untuk menyelamatkan fungsi otak dan mempertahankan kualitas hidup.

FAQ: Pertanyaan Seputar Code Stroke

1. Apa itu Code Stroke?

Code Stroke adalah protokol kegawatdaruratan rumah sakit yang diaktifkan ketika terdapat pasien dengan dugaan stroke akut. Sistem ini memungkinkan tim medis bekerja secara terkoordinasi untuk mempercepat diagnosis dan penanganan.

2. Apa yang dilakukan tim medis saat Code Stroke diaktifkan?

Tim medis melakukan evaluasi gejala, mencatat waktu terakhir pasien diketahui normal, pemeriksaan laboratorium, serta CT-Scan atau MRI. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menentukan penanganan yang sesuai, termasuk trombolisis, mechanical thrombectomy, atau tindakan lain.

3. Dokter apa yang menangani Code Stroke?

Penanganan melibatkan dokter spesialis neurologi bersama dokter emergency, dokter umum, dokter spesialis radiologi, perawat, petugas laboratorium, dan farmasi. Dokter spesialis bedah saraf juga dapat dilibatkan, terutama pada kasus stroke akibat perdarahan.

4. Apakah semua pasien stroke dapat menjalani trombolisis?

Tidak. Trombolisis hanya diberikan kepada pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria medis, termasuk batas waktu penanganan dan hasil pemeriksaan yang relevan.

5. Apakah mechanical thrombectomy dapat dilakukan hingga 24 jam?

Pada pasien tertentu dengan penyumbatan pembuluh darah besar, tindakan ini dapat dipertimbangkan hingga 24 jam sejak terakhir diketahui normal. Keputusan bergantung pada hasil pencitraan, kondisi pasien, dan penilaian dokter spesialis.

6. Apa yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami gejala stroke?

Segera bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke. Jangan menunggu gejala membaik karena penanganan sedini mungkin dapat meningkatkan peluang pemulihan.