GOWA, UJUNGJARI.COM — Enam orang warga Desa Borimatangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa akhirnya dilarikan ke Puskesmas Gentungan dan Puskesmas Bajeng.
Itu setelah mengalami mual dan muntah-muntah usai makan ikan laut yang dibakar bersama di rumah seorang guru bernama Ansyar Dg Ganyu (47), di Dusun Bontosunggu, Desa Borimatangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, di samping kantor Desa Borimatangkasa), Sabtu (2/3/2019) sekira pukul 11.30 Wita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke enam warga yang terindikasi keracunan ikan laut jenis Layang ini, yakni Kasmawati (50), ibu rumahtangga asal kampung Kokoa, Dusun Baji’ Pa’mai, Desa Borimatangkasa, Serli (31) seorang bidan asal Kampung Kokoa, Dusun Baji’ Pa’mai, Desa Borimatangkasa.
Haslinda Dg Kanang (16) seorang ibu rumahtangga asal Dusun Bontosunggu, Desa Borimatangkasa, Fadilla Faisal (15) pelajar asal Kampung Kokoa, Dusun Baji’ Pa’mai, Desa Borimatangkasa, Aisyah (15) juga pelajar asal Kampung Kokoa, Dusun Baji’ Pa’mai, Desa Borimatangkasa dan Rosmawati (42) ibu rumahtangga dari Kampung Kokoa, Dusun Baji’ Pa’mai, Desa Borimatangkasa.
Kini keenam warga tersebut tengah menjalani perawatan medis di dua puskesmas berbeda. Kasus inipun tengah ditangani pihak Polsek Bajeng untuk diketahui penyebab keracunan tersebut.
Terkait kejadian ini dibenarkan Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan. Kepada media, AKP Mangatas Tambunan, petugas Kepolisian telah melakukan olah TKO dan mengecek kondisi para korban di Puskesmas Gentungan dan Puskesmas Bajeng.
“Tim Inafis Polres Gowa juga sudah ke lokasi dan mengambil sample ikan baii yang sudah dibakar maupun yang masih mentah serta bumbu ikan untuk diperiksa di labfor. Sejumlah keterangan warga sekitar juga telah diinput petugas. Kita sisa tunggu hasil lab nanti,” kata AKP Mangatas Tambunan.
Berdasarkan kronologisnya, sebelum diindikasi mengalami keracunan, keenam korban bersama sejumlah warga lainnya mengikuti aksi Sabtu bersih di sekitar kantor desa setempat mulai pukul 08.00 Wita. Usai bersih-bersih kemudian dilanjutkan dengan senam aerobik bersama hingga pukul 10.00 Wita.
“Iya, setelah aksi bersih dan srnam bersama kemudian sejumlah warga ke rumah saya makan bersama sambil bakar-bakar ikan. Ikan ini kami beli di pelelangan ikan Beba’ di Kabupaten Takalar. Jadi kamk semua masing-masing bakar sendiri lalu makan ramai-ramai,” jelas Ansyar Dg Nganyu, pemilik rumah tempat bakar-bakar ikan di samping kantor desa.
Berselang pukul 11.30 Wita, enam diantara warga yang ikut menikmati ikan bakar itu mulai merasa mual dan akhirnya muntah. Terlihat parah akhirnya keenam warga tersebut dilarikan ke puskesmas. Ada yang dibawa ke Puskesmas Bajeng ada juga yang ke Puskesmas Gentungan di Bajeng Barat.
Atas kejadian itu warga lainnya langsung melaporkan ke Kepala Desa Borimatangkasa dan kemudian menghubungi pihak Polsek Bajeng.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap ke enam korban oleh pihak puskesmas dinyatakan para korban keracunan makanan (intoksikasi makanan).
“Di TKP, petugas telah mengambil sample ikan mentah maupun ikan yang sudah dibakar serta bumbu ikan untuk diuji laboratorium. Kita tunggu saja hasilnya,” jelas AKP Mangatas Tambunan. (saribulan)

