ikut bergabung

Timsel:Suara Terbanyak Bukan Jadi Penentu Jadi Ketua DPRD

Sulsel

Timsel:Suara Terbanyak Bukan Jadi Penentu Jadi Ketua DPRD

 

ENREKANG,BKM–Jabatan ketua desebuah lembaga merupakan posisi paling strategis apa lagi di Lembaga DPRD.Posisi ini jadi rebuatan para calon anggota (Caleg) terpilih dari Partai Golkar Kabupaten Enrekang karena wewenangnya terbilang besar.

Dari enam calon legislatif (Caleg) terpilih Partai Golkar Enrekang yang usulakan sebagai calon Ketua DPRD,empat diantaranya dipastikan akan bertarung memperebutkan kursi Ketua DPRD Enrekang periode 2019-2024.Dua mengundurkan diri.

Kempat caleg terpilih yang pastikan memperebutkan kursi 01 di DPRD setempat,yakni Idris Sadik (Icumbend),Rahmat Saleh (Pendatang Baru),Dedi Baktiar (Incumbend) dan Abdula Wahid (mantan anggota DPRD Enrekang).Lalu siapa dari keempat calon tersebut yang

Sementara dua caleg yang mengundurkan diri ikut bertarung yakni,Oji Ismail (Pendatang baru) dan Henry Wasar (pendatang baru).Hal ini berdasarkan hasil Rapat Pleno Pemilihan dan Penetapan Calon Pimpinan DPRD Enrekang.Lalu siapa yang berhak menduduki kursi seksi itu.Apakah peraih suara terbanyak ?

Mananggapi hal tersebut,anggota Tim Seleksi (Timsel) timsel penentuan pimpinan DPRD Kabupaten/Kota Partai Golkar Sulawesi Selatan,A Aris Amin menyebutkan bahwa peraih sura terbanyak bukan jadi penentu untuk menjadi ketua DPRD kabupaten/kota.Suara terbanyak hanya satu dari delapan pensyaratan menjadi ketua sesuai dengan AD ART Anggaran Dasar Partai (AD ART) Partai Gokar,”Suara terbanyak itu adalah salah satu dari delapan kreteria tapi bukan jadi penentu bahwa,ketika suara terbanyak sudah otomatis jadi ketua DPRD,itu tidak,”jelasnya dalam rapat pleno pemilihan dan penetapan calon pimpinan DPRD sementara dan calon pimpinan DPRD dari Partai Golkar periode 2019-20124 yang pimpin langsung oleh Ketua DPD II Golkar Enrekang,H Muslimin Bando di Sekertariat Golkar Enrekang,Rabu (7/8) kemarin.

Sebelumnya,hal senada juga sampaikan Pengamat dan politisi Partai Golkar Enrekang menyebut bahwa peraih suara terbanyak di partai bukan jadi penentu untuk menjadi ketua,”Suara terbanya itu bukan jadi patokan ketua DPRD.

Pada kesepatan yang sama,salah satu dari empat calon ketua DPRD Enrekang,Rahmat Saleh mengatakan jika dirinya dipercayakan oleh Partai Golkar mengemban amnah menjadi ketua DPRD Enrekang,dirinya berkomitmen bekerja sama dengan pihak Eksekitif untuk percepatan pembangunan di di derahnya.Apa lagi katanya,saat ini yang menjabat sebagai 01 di Kabupaten Enrekang adalah Muslimin Bando ketua DPD II Partai Golkar,”Insya Allah jika terpilih jadi ketua,kami tetap berkomitmen bekarja sama dengan Eksekutif,apa lagi di Enrekang ketua DPD II Partai Golkar adalah bapak bupati Enrekang (H Muslimin Bando),”terang Rahmat Saleh dihadapan Timsel.

(suherman karim)

Komentar Anda

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Berita lainnya Sulsel

To Top