ikut bergabung

Begini Kronologis Jatuhnya Alat Berat Bomag dan Opereternya di Chute Spillway Bendungan Karaloe

Kondisi korban saat dievakuasi da  disemayamkan dan kondisi alat berat Bomag yang jatuh dari atas hingga dasar Chute Spillway bendungan Karaloe.

Kriminal

Begini Kronologis Jatuhnya Alat Berat Bomag dan Opereternya di Chute Spillway Bendungan Karaloe

GOWA, UJUNGJARI.COM — Seorang pekerja waduk Karaloe bernama Usman Dg Liang (23) tewas mengenaskan setelah terjatuh dari atas area Chute Spillway Kontruksi Pembangunan Bendungan Karaloe di Dusun Paloppiang, Desa Garing, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.
Operator alat berat jenis Bomag ini tewas setelah alat berat Bomag yang dioperasikannya tergelincir dari bibir Chute Spillway bendungan yang sementara dikerja. Peristiwa ini terjadi Senin (25/11/2019) sekitar pukul 11.00 Wita.
Usai kejadian itu dan korban Usman dievakuasi, korban yang sempat dibawa ke RSU Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto untuk visum langsung dibawa ke rumah duka oleh keluarga dan pihak proyek tempat korban bekerja kemudian dimakamkan hari itu juga di pekuburan umum di Dusun Garing, Desa Garing kampungnya.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, korban mengalami luka robek pada mata kiri, luka robek pada dahi (remuk), luka robek pada telinga kiri (terputus), luka mata kanan (menonjol), luka lecet pada dada, luka lecet tangan kanan, luka lecet bahu kanan dan luka lecet pada paha kiri.
Kronologis kejadiannya bermula saat pukul 10.30 Wita pengawas lapangan PT Nindya Karya (persero), Muh Syarif memerintahkan kepada korban Usman untuk mengecek pekerjaan di timbunan Chute Spillway sebelum bekerja karna lokasi tersebut miring/terjal.
Meski tahu kondisi area itu berisiko, namun Usman menyanggupi untuk melakukan pemadatan timbunan menggunakan alat Bomag. Sekitar pukul 11.00 Wita pemadatan timbunan di Chute Spillway dilaksanakan namun baru sekitar 10 menit alat Bomag tersebut mengalami kecelakaan karena beban alat Bomag tidak seimbang dan kemiringan area Chute Spillway yang miring ke kanan.
Karenanya Bomag itupun hilang keseimbangan hingga terguling sejauh 50 meter ke dasar Chute Spillway yang mengakibatkan korban terlempar keluar. Korban diperkirakan terlempar keluar dari Bomag saat jarak antara Bomag dangan dasar Chute Spillway sisa 6 meter.
Setelah kejadian tersebut pihak pelaksana bersama K3 PT Nindya Karya (persero) bersama pihak security bendungan Karaloe langsung mengevakuasi korban Usman yang terjatuh terhempas di lantai Chute Spillway dan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia karena mengalami luka remuk pada bagian kepala kemudian korban ditandu dan diangkat menggunakan mobil safety patrol K3 didampingi kedua orangtua korban menuju ke RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto guna dilakukan pemeriksaan medis visum et repertum.
Setelah diberikan pemahaman oleh manajemen PT Nindya Karya (persero) terkait peristiwa yang menimpa  Usman sehingga pihak keluarga dalam hal ini orangtua, istri dan saudara korban telah menerima kejadian yang menimpa korban Usman adalah murni karena kecelakaan kerja. Korban dimakamkan Selasa (27/11/2019)  pukul 10.00 Wita di TPU Tinonggo, Dusun Garing karena pihak keluarga masih menunggu kakak korban bernama Mandi yang berada di daerah Maumere Provinsi NTT sementara dalam perjalanan menuju ke rumah duka.
Adapun hasil pemeriksaan Kepolisian di TKP disebutkan Usman ditemukan terjatuh dari ketinggian 6 meter dan alat Bomag yang digunakan. Saat terjatuh, korban sempat terguling bersama Bomag. Bomag sehingga mengalami kerusakan pada bagian roda depan terpisah dan kondisi body Bomag hancur/penyok di beberapa bagian.
Terpisah Azis Muhaimin selaku humas dan kepala tehnik tambang PT Nindya Karya proyek Bendungan karaloe yang turut dikonfirmasi, Kamis (28/11/2019) pukul 10.00 Wita mengatakan sekarang ini pihak manajemen sementara dalam tahap persiapan berkas untuk mengurus BPJS Ketenagakerjaan korban Usman.
” Kalau sekarang pihak manajemen dalam tahap pengurusan BPJS Ketenagakerjaan untuk almarhum. Kami dari managemen kalau ada kejadian seperti ini kami tidak tinggal diam. Tapi kami care terhadap setiap pekerja yang mengalami musibah dan insha Allah semua karyawan akan diperlakukan sama dalam hal kesejahteraan bersama,” jelas Azis Muhaimin yang juga Ketua Ormas Gowa sekaligus body guard legend Kiwal Garuda Hitam.
Terpisah, Kapolsek Tompobulu Iptu Hasbullah yang dikonfirmasi membenarkan soal kejadian tersebut. Pihaknya pun telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan olah TKP dan visum untuk korban. (bulan)
Komentar Anda

Comments

Berita lainnya Kriminal

To Top