GOWA, UJUNGJARI.COM — Satu lagi prestasi ditoreh Kabupaten Gowa di penghujung tahun 2019 ini. BUMDes Bonto Sunggumanai Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa meraih predikat terbaik atau juara pertama BUMDes terbaik se Sulsel.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola masyarakat Sunggumanai ini terpilih terbaik di antara BUMDes di seluruh kabupaten kota di Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan tersebut diterima Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni diserahkan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu (11/12/2019) kemarin.

Wabup Gowa yang hadir didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa Muh Asrul dan Wakil Ketua TP PKK Gowa Mussadiyah Rauf merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh BUMDes Sunggumanai di tingkat provinsi. 

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian yang diperoleh Desa Sunggumanai. Semua ini bisa terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara stakeholder pemerintah kecamatan dan desa dalam hal mengelola potensi-potensi yang dimiliki,” kata wabup.

Rauf pun berharap, penghargaan ini mampu menjadi penyemangat bagi desa lainnya untuk menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa. Dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa, sehingga masyarakatnya makin sejahtera di masa akan datang.

Terpisah Kepala Desa Sunggumanai Abd Rivai Rasyid menjelaskan, awal pendirian BUMDes tersebut untuk membuat masyarakat merasakan adanya dana desa. Selain itu juga sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dan menghasilkan pendapatan asli desa.

Ia menyebutkan, ada lima unit usaha yang dikelolah oleh BUMDes Bonto Sunggumanai. Kelima usaha tersebut yaitu,  badan usaha bidang industri yang meliputi pembuatan paving blok, beton kastim dan Batako. Kemudian badan usaha perdagangan hasil pertanian yang meliputi jual beli gabah, jagung dan ubi.

Selain itu ada juga unit usaha agribisni dan holtikultura, yang meliputi budi daya tanaman dan suplai jagung baby corn. Serta unit usaha jasa lembaga keuangan mokro desa (LKM). Unit usaha tersebut memberikan modal kepada masyarakat yang ingin membuka usaha tanpa ada suku bunga. 

Kemudian unit usaha yang terakhir yaitu usaha jasa loket resmi pembayaran online atau Payment Point Online Bank (PPOB) dan agen BRI Link.

“Kelima unit usaha ini betul-betul melibatkan warga desa, karena memang tujuannya yang paling utama kita tidak mengejar profit, tapi bagaimana memberdayakan masyarakat sehingga dengan lahirnya BUMDes ini lapangan kerja akan terbuka,” kata kades.

Sementara Gubenur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memberikan apresiasi kepada kabupaten kota yang telah berhasil meraih penghargaan hari ini. Menurutnya apa yang ingin dicapai pada lomba ini adalah ingin mewujudkan pembangunan desa yang merata.

“Jadi tidak ada lagi desa yang tertinggal, tidak ada lagi desa yang terbaik. Pokoknya semua desa harus menjadi yang terbaik, ” terang gubernur.

Dirinyapun menyampaikan harapannya kepada leading sektornya agar tahun depan semakin banyak lagi desa-desa yang akan mendapatkan juara pada lomba ini. 

Selain Gowa, penghargaan BUMDes juga diberikan kepada BUMDes Pada Ati Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabia (Soppeng) sebagai juara dua dan BUMDes Sinar Tanete, Desa Tanete Kecamatan Simbang (Maros) sebagai juara tiga. (sari)