MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ceo Trans Jaya Flight School, Said Indra Jaya menyayangkan beredarnya isu miring diberbagai media sosial terkait penipuan kepada siswanya. Informasi miring itupun dinilai sebagai upaya untuk menjatuhkan Trans Jaya Flight School.

“Saya bingung saja dengan pemberitaan yang menuduh adanya oknum di sekolah kami yang melakukan penipuan, seakan-akan ada upaya untuk menjatuhkan Trans Jaya Flight School,” tegasnya saat memberikan klarifikasi di depan wartawan di Warkop Soqta, Kamis (12/12/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indra sapaan akrabnya pun dengan tegas membantah bahwa Trans Jaya Flight School melakukan penipuan ke siswanya.

“Kalau mau serang saya, serang pribadi saya saja dong, jangan ke Trans Jayanya karena sekolah kami tidak tahu apa-apa,” imbuhnya.

Diluruskan Indra Jaya, pihaknya hanya menawarkan pekerjaan lewat grup Whatssapp alumni Trisakti Institute Airlines sebagai cleaning service di Bandara Ngurah Rai, Bali. Ada cleaning service di pesawat dan ada cleaning service di bandara tersebut.

“Sebelum diterima harus ditraining dulu di Bali. Jadi biaya Rp15 juta yang dibebankan itu semuanya untuk biaya training di Bali. Saya sepersen pun tidak terima apapun dari uang Rp15 juta itu. Jadi tidak benar itu, kami melakukan penipuan,” tegasnya.

Lewat informasi lowongan pekerjaan itu, ada 10 alumnus Trisakti Institute Airlines yang mendaftar. Bahkan, sejak maret 2019, mereka mendaftar sudah bekerja.

“Namun, ada dua alumni yang mendapat panggilan interview, namun sampai tiga kali panggilan dia tidak merespon tawaran pekerjaan teresebut. Hingga akhirnya, mereka merasa dirugikan,” tandasnya.

Indra Jaya juga mengaku ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan nama Trans Jaya Flight School yang baru enam bulan berdiri.

“Saya kok heran. Kejadian itu saat saya menjadi Direktur di Trisakti Institute Airlines, namun kok nama
Trans Jaya Flight School dibawa-bawa,” lugasnya.

Sebelumnya, beredar informasi, dua alumni Trisakti Institute Airlines mengaku menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan sebagai staf di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bahkan, dua alumni sekolah tersebut melalui kuasa hukumnya akan mengambil langkah hukum. (Qadri)