ikut bergabung

Sebut Pengelola Pasar Sudu Jual Lods, Rahmat Saleh Dituding Lakukan Pencemaran Nama Baik

Sulsel

Sebut Pengelola Pasar Sudu Jual Lods, Rahmat Saleh Dituding Lakukan Pencemaran Nama Baik

MAKASSAR – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Enrekang Rahmat Saleh dituding telah melakukan pencemaran nama baik kepada Kepala Pasar Sudu-Belajen Baharuddin Aba.
Pasalnya, Rahmat Saleh menyebutkan jika oknum pengelola pasar Sudu-Belajen yang motori Baharuddin memperjualbelikan lods Pasar Sudu kepada para pedagang dari luar daerah. Sebagaimana diberitakan www.ujungjari.com Rabu (8/1) lalu.
Tudingan ini disampaikan legislator Golkar saat menerima aspirasi puluhan pedagang pakaian tentang semrawutnya pengelolaan Pasar Sentral Enrekang di Gedung DPRD Enrekang, Rabu (8/1) lalu.
Andi Suparno, keluarga Baharuddin Aba, mengatakan, apa yang telah diungkapkan Rahmat Saleh sangat disayangkan, karena telah mencemarkan nama baik.
“Kepada yang terhormat Saudara Rahmat Saleh. Dengan ini saya ingin sampaikan bahwa yang bersangkutan telah mencemarkan nama baik Baharuddin Aba. Dengan menyebutkan pihak pengelola Pasar Sudu telah melakukan jual beli lods kepada para pedagang. Sedangkan Saudara Rahmat Saleh tidak memiliki bukti apapun yang dapat memperkuat tuduhan yang bersangkutan terhadap Baharuddin Aba,” terangnya, Sabtu (11/1/2020).
Suparno mengatakan, apabila yang bersangkutan memiliki bukti kuat bahwa Baharuddin Aba telah melakukan jual beli lods kepada pedagang, maka silahkan tunjukkan buktinya. “Kami tunggu itikad baik saudara untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.
Suparno sangat menyayangkan pernyataan Rahmat Saleh tersebut. Apalagi, sebagai pejabat publik yang menyudutkan seseorang tanpa adanya fakta dan bukti yang akurat.
“Tidak selayaknya seorang pejabat publik apalagi anggota dewan terhormat berkata seperti itu di depan publik saat rapat terbuka tanpa adanya bukti yang jelas,” tegasnya.
“Rahmat Salah jangan kapau-pau (asal bicara) kalau memang tidak ada buktinya. Itu sama saja memfitnah dan menjatuhkan orang lain,” tambahnya.
Sebelumnya, Rahmat Saleh menyebutkan jika oknum pengelola pasar Sudu-Belajen yang motori Baharuddin memperjualbelikan lods Pasar Sudu kepada para pedagang dari luar daerah.
Menurutnya, membludaknya pedagang luar daerah berjualan di Pasar Sudu yang terletak di Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang ini, disebabkan karena ulah dari oknum pengelola pasar tersebut yang memperjualbelikan lods pasar.
“Ini persolan uang, terus terang kalau di Pasar Sudu itu orang (pedagang) masuk (menjual) membayar dikasi tempat. Siapa tidak mau uang,” kata Rahmat Saleh disambut aploas puluhan para pedangang yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Rahmat Saleh berharap kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat agar kasus tersebut jadi pencermatan, sehingga ke depanya kepala pasar tersebut beserta aparat-aparatnya betul-betul selektif dalam penempatan para pedagang yang ingin berjualan. “Untuk menertibkan ini dibutuhkan kontrol dari dinas terkait,” harap Rahmat Saleh.
Selain itu, Rahmat Saleh juga berharap kepada dinas terkait agar sampah pasar yang selama ini menggangu kenyamanan para pedangan dan pembeli jangan disepelehkan karena ini juga menjadi permasalahan di pasar.
“Jangan lupa juga (Disprindag) ada juga permasalahan yang sangat kompeten di pasar, yaitu masalah sampah jangan disepelehkan,” pinta Rahmat Saleh.
Terpisah, Kepala Pasar Sudu, Baharuddin Aba, membatah jika selama menjabat sebagai kepala pasar setempat, pihaknya tidak pernah memperjulbelikan lods pasar kepada para pedangan, baik pedagang lokal maupun pedagang luar.
Justru, ia membasmi pungutan liar yang menjadi buah bibir sebelum ia menjabat sebagai Kepala Pasar Sudu.
“Tudingan itu tidak benar. Saya akan tuntut untuk membuktikan siapa pedangang yang pernah saya suruh beli lods,” tegas Baharuddin di balik telepon genggamnya. (*)

Komentar Anda

Comments

Berita lainnya Sulsel

To Top