GOWA, BKM — Virus Corona kini merebak, bukan hanya di negara China sebagai sumber awalnya, namun sejumlah negara diindikasi mulai terdampak. Salah satunya yang rawan terdampak virus mematikan ini adalah Indonesia.
Makanya pemerintah Indonesia mulai selektif terhadap kunjungan wisatawan China ke Indonesia. Sebagai sasaran kunjungan wisatawan, pemerintah di seluruh wilayah pulau termasuk di Sulawesi melakukan antisipasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa. Dinkes Gowa memastikan bahwa tidak ada masyarakat di Gowa yang terkena atau terjangkit virus Corona yang kini menjadi kekuatiran masyarakat dunia.
Meski Gowa aman dari Corona, namun Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin intens melakukan pemantauan melalui 26 puskesmas yang ada di Gowa. Apalagi jika ada warga Gowa yang baru pulang dari Wuhan China.
Dikatakan dr Hasanuddin, pemantauan dilakukan untuk memastikan ada atau tidak ada warga yang mengalami gejala pneumonia seperti batuk, pilek ataupun demam tinggi.
” Kita tetap memantau melalui puskesmas-puskesmas yang ada di semua kecamatan. Kita juga meminta setiap puskesmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Masyarakat diminta segera melapor apabila mengalami gejala seperti demam, lemas, batuk kering, sesak ataupun kesulitan bernapas. Kita sosialisasi ke semua puskemas untuk cepat melaporkan kalau mengalami gejala,” kata dr Hasanuddin.
Dikatakannya Dinkes juga telah berkoordinasi dengan RSU Wahidin Sudirohusodo apabila nantinya ditemukan laporan warga yang menderita sakit seperti itu.
” Kalau ada ditemukan, kita akan segera rujuk ke RSU Wahidin karena di sana ada ruang penanganan khusus. Tapi sejauh ini Alhamdulillah tidak ada laporan,” kata kadis.
Untuk antisipasi kemungkinan dapatnya virus itu merambah masyarakat Gowa, dr Hasanuddin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya dengan meningkatkan tarat kesehatan diri dengan senantiasa membersihkan tangan secara benar, memakai masker jika berada di tengah banyak orang, memperbaiki pola makan, menghindari berbaur dengan orang yang flu dan batuk sebab perpindahan virus Corona ini melalui pernafasan.
Diketahui Virus Corona merupakan pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah coronavirus atau virus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV).
Kasus-kasus ini kemudian meningkat dengan cepat. Selain Wuhan, beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspect serupa yaitu Thailand, Hongkong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan maupun USA. (sari)

