PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Seratusan perwakilan tokoh agama, ormas Islam, pemuda dan mahasiswa hadir dalam dialog yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pada dialog mengantisipasi perpecahan ummat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pangkep, Kamis (6/2/2020).
Dialog yang digelar ini mengangkat tema tentang “Ijtihadiah Secara Terbuka dan Ancaman Perpecahan Ummat”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dialog ini digelar dengan melihat sinyal-sinyal perpecahan antar umat karena adanya perbedaan pemahaman secara berlebihan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Muammar LC., M.Ag (Dekan fakultas Syariah Hukum Islam UIN Alauddin makassar),Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, SIK, Kepala Kemenag Pangkep DR. H. Jamaruddin, S.Ag, M.Ag, Kabag Kesra Kemas Pemda Drs. Safaruddin, M.Si dan Kanit 2 Subdit 1 Polda Sulsel Kompol Sismoyo dan Kasdim Pangkep Lerkol Inf. Takdir.
Dalam sambutanya Kabag Kesra Pemda Pangkep Drs. H. Sabaruddin, M.Si, mewakili Bupati Pangkep mengatakan bahwa Pangkep cukup rawan menjadi sasaran penyebaran aliran yang tidak sesuai dengan kaidah ajaran keagamaan, dimana hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi geografis Pangkep yang terdiri dari daratan dan kepulauan, namun dengan dukungan TNI, Polri beserta unsur masyarakat sehingga Wilayah Pangkep hingga saat ini dalam keadaan kondusif.
Kapolres Pangkep AKBP Aji Ibrahim, S.IK dengan tema “Peran Polri dalam Menjaga Stabilitas Masyarakat” mengatakan bahwa dasar dari Polri bertugas yakni UUD 1945 dan UU No. 2 Tahun 2002, Kemerdekaan Indonesia merupakan andil dan peran serta dari berbagai pihak tidak terbatas pada Suku dan Agama tertentu.
Sehingga dengan adanya kemajemukan tersebut maka oleh para pendiri bangsa merumuskan Pancasila sebagai dasar negara da faktor Keamanan merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional sehingga Polri berupaya untuk menciptakan sitkamtibmas yang kondusif.
Diskusi yang digelar mendapat apresiasi positif dari peserta yang hadir dan bahkan salah satu dari peserta yang hadir mengatakan bahwa salah satu solsusi yang tepat dengan adanya dialog ,bukan melakukan tindakan pribadi yang bisa memperkeruh masalah dan ujungya memicu konflik antar ummat. (**)

