ikut bergabung

Ingat, Biaya Program PTSL Hanya Rp 250 Ribu, Gowa Dijatah 30 Ribu Bidang Tanah 

Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni bersama Kajari Gowa Basyar Rifai, Kakanwil BPN Sulsel Bambang Priyono dan Kepala BPN Gowa Awaluddin foto bersama usai penyuluhan PTSL.

Sulsel

Ingat, Biaya Program PTSL Hanya Rp 250 Ribu, Gowa Dijatah 30 Ribu Bidang Tanah 

GOWA, UJUNGJARI.COM — Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat Gowa, terkhusus masyarakat Kecamatan Bontonompo.

Hal ini disampaikan Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni saat menghadiri penyuluhan program PTSL TA 2020 di aula kantor Camat Bontonompo, Selasa (11/2/2020). 

” Dengan adanya program ini, masyarakat Kabupaten Gowa akan terbantu mendapat kepastian hukum atas tanahnya,” kata wabup.

Ia juga mengatakan, pihaknya siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini. Dukungan tersebut dengan mengerahkan jajaran Pemkab Gowa mulai dari camat, lurah/kepala desa untuk membantu Kantor Pertanahan Gowa dalam mengumpulkan data masyarakat yang ikut program PTSL ini.

” Saya berharap pemerintah setempat dapat bekerjasama sehingga dalam proses pelaksanaan PTSL ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita bersama,” ujar Wabup Gowa.

Sementara, Kakanwil BPN Sulsel Bambang Priyono menyampaikan bahwa program PTSL ini merupakan proyek strategis nasional dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

” Program ini untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat berlandaskan azas sederhana, cepat, lancar, aman, adil merata dan terbuka serta akuntabel,” jelasnya.

Dirinya pun merasa optimis program yang penting dan baik ini, akan membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat yang ada di kabupaten Gowa, yang pada muaranya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Gowa.

Kepala BPN Gowa Awaluddin menjelaskan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat penerima manfaat PTSL.

” Penyuluhan ini untuk memberikan informasi terkait dokumen-dokumen yang harus disiapkan, penyediaan patok serta pemasangan tanda batas yang harus dilakukan oleh masyarakat,” jelas Awaluddin.

Selain itu, lewat penyuluhan ini masyarakat diberikan pemahaman bahwa program PTSL ini meskipun gratis, tetap ada biaya yang akan dibebankan ke peserta PTSL maksimal Rp 250 ribu.

” Biaya tersebut diperuntukkan untuk penyiapan pra sertifikasi seperti penyiapan alas hak, bukti kepemilikan, materai dan penyiapan patok tanah untuk tanda batas, berdasarkan Surat Keputusan bersama dari tiga Kementerian yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 25/SKB/V/2017, 590-3167A Tahun 2017 dan 34 Tahun 2017 Tentang Pembiayaan dan Persiapan PTSL dan Peraturan Bupati Gowa Nomor 9 Tahun 2018 yang mengacu pada keputusan ketiga menteri tersebut,” jelasnya.

Untuk tahun 2020, Kabupaten Gowa mendapat jatah PTSL sebanyak 30 ribu bidang tanah target pengukuran dengan penerbitan sertifikat sebanyak 5.000.

30 ribu bidang tersebut terbagi dalam lima kecamatan yakni Kecamatan Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bajeng,  Bajeng Barat dan Pallangga. Ditargetkan Juli mendatang sertifikat tersebut sudah bisa dibagi.

Untuk lima kecamatan ini dibagi lagi pada 10 desa yaitu, Desa Parangbanoa Pallangga 3.000 bidang, Kelurahan Bontonompo 3.500, Desa Katangka 3.500, Desa Bontobiraeng Utara 3.500, Desa Bontobiraeng Selatan 3.000 bidang, Desa Manjalling 2.500, Desa Tubajeng 2.500, Desa Lempangan 3.500, Desa Bone 3.500 bidang, dan Desa Salajo 2.000 bidang.

Turut hadir dalam penyuluhan ini Wakil Ketua II DPRD Gowa Zulkifli Alimuddin, Kajari Gowa Basyar Rifai, Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Abdullah Sirajufdin, Camat Bontonompo Wahyudi serta unsur Tripika  Bontonompo. (sari)

Komentar Anda

Comments

Berita lainnya Sulsel

To Top