BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada (STIKES PH) Bulukumba mulai mendistribusikan hand sanitizer hasil olahannya secara gratis ke seluruh puskesmas di Kabupaten Bulukumba.
Hand sanitizer tersebut adalah racikan dari dosen dan mahasiswa Program Analis Kesehatan yang dibuat di Laboratorium Analis Kampus STIKES PH di Desa Taccorong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua STIKES PH Bulukumba dr Muriyati, mengatakan sejak covid19 mewabah di Indonesia, pihaknya telah memproduksi hand sanitizer sekitar 100 liter.
“ Hand sanitizer ini kita bagi secara gratis ke masyarakat, OPD, para petugas di lapangan serta puskesmas,” ujarnya Muriyati, Sabtu (28/3/2020).
Produksi hand sanitizer berbahan alami tersebut lanjut Muriyati adalah salah satu implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat di tengah terjadinya bencana wabah virus corona yang melanda dunia termasuk Indonesia.
Untuk produksi secara berkelanjutan, pihaknya kata Muriyati terkendala stok bahan baku, seperti daun sirih, buah dan daun jeruk purut atau jeruk nipis. Selama ini bahan-bahan tersebut dibawa sendiri oleh para mahasiswanya.
“ Untuk mengatasi keterbatasan bahan bakunya, kami mengajak siapa saja untuk membantu menyediakan bahan bakunya. Nanti kami yang produksi dan distribusi,” harapnya.
Ia mengaku sudah ada beberapa relawan yang datang langsung membawakan bahan-bahan tersebut, termasuk botol-botol kemasannya. “ Untuk melawan covid-19 ini dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen, sehingga kita bisa kuat dan mencegah penyebaran virus yang lebih luas,” kata Muriyati.
Subakir Salnur selaku dosen pembimbing dalam pembuatan hand sanitizer ini mengungkapkan bahwa bahan utama yang dipakai yaitu air aquadest atau air murni H2O tanpa mineral, daun sirih yang mengandung flanovoid dan steroid, serta buah atau daun dari jeruk nipis atau jeruk purut.
” Daun dan buah jeruk untuk mengurangi bau dari daun sirih. Semua bahan ini dengan ukuran tertentu kita masak untuk menghasilkan hand sanitizer,” ungkap alumni pasca sarjana ITB Program Kimia ini.-

