ikut bergabung

Uang BBM Petugas Kebersihan Diduga di Sunnat? 

ilustrasi

Makassar

Uang BBM Petugas Kebersihan Diduga di Sunnat? 

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah petugas kebersihan (Satgas Kebersihan) Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mengeluhkan adanya pemotongan uang BBM (Bahan bakar minyak). Mereka menyebut bahwa pemotongan uang BBM yang rutin diterima setiap bulan itu, di potong tanpa alasan yang jelas.

“Iya pak dipotong, baru-baru ini kami terima BBM hanya Rp700 ribu. Padahal biasanya kami terima bersih 950 ribu per bulan,” kata salah seorang petugas kebersihan yang minta namanya tidak disebut dengan alasan pekerjaan.

“Dulu waktu Pak Rheza camat bajiki tawwa, kita terima bersih 950 ribu. Tidak ada cippe sepersen pun,” ujarnya yang mengaku mewakili semua teman teman se profesinya, kepada ujungjari.com, Senin (18/5/2020).

Beberapa hari lalu, kata dia, semua anggota satgas kebersihan dikumpul, untuk menerima uang BBM. Tapi sebelumnya kami disampaikan bahwa ada pemotongan BBM.

“Pertama itu, kami mau dikasi hanya Rp500 ribu kami tidak mau. Lalu dikasi naik lagi Rp600 kami masih menolak. Terakhir Rp700 ribu kami terpaksa terima, daripada dipecat, lebih baik Rp700 itu kami ambil saja. Apalagi mau lebaran,” pungkasnya.

“Padahal harusnya kami terima bersih uang BBM Rp950 per bulan,” ketusnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tamalanrea, Miriam, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku tidak tahu soal itu.

“Saya kurang tahu itu. Masalah turun atau tidak, silahkan konfirmasi langsung ke pak camat atau kasubag keuangan. Setahu saya sesuaiji yang mereka terima dengan yang tertera. Mereka semua hitung kembali kok,” kata Miriam yang dikonfirmasi via WA.

“Boleh saya tauh info dari mana itu? karena tanda terima BBM petugas kebersihan sesuai dengan yang mereka terima,” ujar Miriam.

Sementara Lurah Tamalanrea Jaya Andi Salman Baso yang dihubungi juga tak mengetahui soal pemotongan BBM satgas kebersihan. “Saya tidak tahu itu, karena mereka sendiriji yang pergi terima di kantor camat. Kami lurah sama sekali tidak tahu soal BBM,” aku Salman.

“Memang dulu pernah mereka terima Rp950 ribu, itu dulu, tapi saya tidak tahumi sekarang,” kata Salman.

Dikatakan Salman, memang sekarang ini petugas kebersihan dilema. Karena salah sedikit mereka bisa dipecat. “Sepertimi dulu itu, waktu yang ribut-ribut satgas kebersihan pakai baju kaos yang ada gambar salah satu calon walikota, mereka langsung dipecat,” ungkap Salman. (drw)

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Makassar

Populer Minggu ini

Arsip

To Top