GOWA, UJUNGJARI.COM — Suasana RSUD Syekh Yusuf Gowa yang agak hening, Kamis (11/6/2020) sekitar pukul 16.00 Wita tiba-tiba menjadi histeris begitu tahu ada pengunjung rumah sakit yang meninggal dunia di dalam mobilnya Honda Mobilio DD 1068 LO warna putih.
Rupanya pengunjung tersebut diketahui bernama Muhajir ST bekerja sebagai Inspektur Pengamanan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban ternyata diperkirakan telah meninggal dunia di dalam mobilnya karena setelah pihak medis di IGD RSUD Syekh Yusuf melakukan beberapa tindakan penyelamatan, korban tidak pernah lagi memperlihatkan reaksi. Tubuh korban tidak merespon. Termasuk ketika petugas medis melakukan bantuan pernafasan dengan cara menekan bagian dada korban dibatas tempat tidur pasien sejak dikeluarkan dari mobilnya setelah kaca pintu mobil bagian belakang sebelah kiri dipecahkan karena pintu mobil terkunci otomatis dari dalam.
Suasana sekitar halaman depan perkantoran Direksi RSUD Syekh Yusuf Gowa menjadi histeris. Istri korban bernama Nuryanti Asma, Kasi Logistik RSUD Syekh Yusuf histeris di teras lobi kantor managemen RSUD Syekh Yusuf.
Humas RSUD Syekh Yusuf Gowa Muh Taslim yang dikonfirmasi ujungjari.com, Jumat (12/6/2020) pukul 14.00 Wita membenarkan peristiwa tersebut.
” Iya benar, peristiwa meninggalnya pak Muhajir yang merupakan suami dari ibu Nuryanti Asma, pegawai di RSUD ini cukup mengagetkan kami semua. Beliau ternyata diperkirakan sudah meninggal dunia didalam mobilnya yang hendak menjemput istrinya yang akan pulang kerja,” kata Muh Taslim yang juga Kabag Program RSUD Syekh Yusuf Gowa.
Muh Taslim pun mengisahkan kronologis Muhajir ditemukan sudah meninggal dunia dalam mobilnya.
” Beliau memang sering datang menjemput istrinya jika sudah pulang kantor. Seperti kemarin itu, pak Muhajir juga menurut informasi dari istrinya akan menjemput istrinya. Pak Muhajir sendiri baru pulang dari Galesong. Dari rumah ibunya dan katanya sempat makan siang di rumah ibunya. Lalu usai makan siang, pak Muhajir pamit mau jemput istrinya yakni ibu Nuryanti Asma di RSUD Syekh Yusuf,” jelas Muh Taslim.
Awal kejadian, tukang parkir dan Satpam rumah sakit bingung melihat cara korban menghentikan mobilnya di tengah jalan di depan kantor. Karena bingung kenapa mobil itu berhenti dan tidak memperbaiki cara parkirnya, akhirnya petugas Satpam mendatangi. Namun kaca mobil diketul-ketuk tidak ada respon dari dalam mobil. Akhirnya petugas berusaha mengintip ke dalam dan terlihat pengemudi dalam kondisi terduduk di jok tidak bergerak dan terlihat lunglai.

Melihat ada yang tidak beres pada pengemudi mobil tersebut, akhirnya Satpam dan pegawai rumah sakit yang mulai heboh dan panik pun mulai berusaha membuka paksa pintu mobil dengan cara memecahkan kaca pintu belakang bagian kiri.
Sesaat pintu depan berhasil dibuka. Terlihat Muhajir yang mengenakan jaket hitam celana hitiam dan baju dalam warna putih itu tidak bergerak lagi.
Petugas IGD segera mengambil tempat tidur dorong dari IGD dan mengeluarkan korban dari mobilnya. Para petugas IGD berpakaian APD lengkap. Tempat tidur pasien itu didorong masuk ke IGD sambil seorang petugas melakukan pertolongan pertama dengan menekan-nekan dada korban.
Namun sampai masuk ruang IGD dan dilakukan tindakan lain, pihak medis IGD pun memastikan korban sudah meninggal dunia. Kemungkinan besar saat kontraksi di dalam mobil, korban sudah mengalami kesulitan bernafas lalu kemudian meninggal dunia.
” Kemungkinannya pak Muhajir sudah meninggal dunia sebelum petugas rumah sakit membuka paksa pintu mobilnya. Pak Muhajir menurut penjelasan istrinya punya riwayat penyakit jantung bawaan serta beberapa bulan terakhir ginjal nya pun bermasalah. Kemungkinan pak Muhajir meninggal karena serangan jantung. Pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan sesuai protokol kesehatan penanganan covid-19 karena almarhum meninggal bukan karena virus corona,” jelas Muh Taslim.
Jenazah korban sebelum dimakamkan di pekuburan keluarga di Bajeng sempat disalatkan di Masjid Idarautal Auqaf Pammase Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng. Diketahui almarhum adalah adik ipar Kades Tangkebajeng. Kecamatan Bajeng H Jafaruddin Naba.-

