GOWA, UJUNGJARI.COM — Sempat ditolak oleh petugas Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Gowa pun sangat menyesalkannya.
Penolakan tim relawan MCCC yang akan melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi, Selasa (16/6/2020) lalu dinilai pihak MCCC sebagai sebuah aksi yang sangatbtidak menghargai keringat para relawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima relawan MCCC Gowa sejatinya akan menyemprot disinfektan ke dalam Lapas Wanita, Selasa (16/6/2020) siang, namun baru hendak melaporkan kedatangannya para relawan ini ditemui seorang petugas Lapas Wanita dan melarang para relawan yang sudah siap dengan pakaian APD Hasmatnya untuk menyemprot.
” Padahal kedatangan mereka demi membantu mencegah penularan virus corona dalam Lapas agar tidak meluas lagi. Kedatangan mereka pun atas permintaan salah seorang dokter internal Lapas Wanita yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa. Makanya kami menyesalkan penolakan tersebut. Mungkin yah juga karena ada miskomunikasi antara relawan MCCC dengan Petugas Lapas Perempuan Bollangi namun seyogyanya tidak serta merta menolak begitu, harusnya dikonfrimasi balik ke dokter internal Lapas yang meminta disinfeksi tersebut,” kata Ketua MCCC Gowa Muhammad Asri, Selasa (16/6/2020) malam.
Asri menegaskan, relawan MCCC bergerak cepat atas permintaan dari Dinas Kesehatan Gowa dan relawan MCCC Gowa atas dasar kemanusiaan.
” Iya karena info yang didapatkan bahwa sudah puluhan positif covid-19,” kata Asri.
Atas penolakan tersebut, MCCC Gowa pun mendesak Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi untuk meminta maaf secara resmi PP Sungguminasa meminta kepada lima relawan mereka yang turun ke lokasi.
“Atas nama Pengurus MCCC Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa meminta kepada Kalapas Perempuan untuk meminta maaf. Karena kasian relawan kami sudah berpakaian APD lengkap lantas tidak dibiarkan masuk dalam wilayah Lapas. Dan APD itu hanya satu kali pake. Mubassir lagi kita buang-buang APD langsung dimusnahkan, meski mereka tak menyemprot yang penting sudah dipake,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Gowa Eko Suprapti yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya memang menerima informasi akan ada penyemprotan disinfektan. Namun Eko Suprapti beralasan, menolak karena tidak ada penyampaian resmi.
“Tidak ada konfirmasi langsung dari pihak penyelenggara kegiatan tersebut kepada kami. Termasuk penyampaian ke kantor wilayah kami,” kata Eko Suprapti dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).
Sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa melalui Kabid P2P (Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Dinkes Gowa) dr Gaffar, pada hari Selasa itu juga langsung menyampaikan permohonan maaf kepada relawan MCCC yang sudah siap menyemprot di Lapas namun batal.
“Saya sebagai pihak P2P meminta maaf ke teman-teman relawan MCCC. Saya yakin ini tantangan kita, seharusnya pihak Lapas juga terbuka sama kita apalagi kasus positif covid di Lapas Wanita makin banyak,” kata dr Gaffar.
Sementara itu kasus positif di Lapas Wanita yang telah mencapai 68 kasus (orang napi termasuk 5 balita), hingga kini masih juga bertambah. Per hari Selasa (16/6/2020) malam sudah menjadi 79 orang napi terpapar positif.
” Iya, jumlah kasus positif di Lapas Wanita berdasarkan data hasil swab dari Makassar hingga kini sudah sebanyak 79 orang,” kata dr Gaffar.
Meski penyebaran covid-19 terus meluas terhadap narapidana, pihak Lapas Wanita tetap enggan memberikan keterangan kepada wartawan.
Ketua Tim Humas Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi, Resqi Irwansyah saat dikonfirmasi berkali-kali tetap beralasan tidak mendapat kewenangan memberikan informasi kepada wartawan perihal covid-19 di Lapas Wanita.
Resqi tak menjawab saat ditanya penyebab penularan virus dalam Lapas, ia beralasan jam besuk sudah ditiadakan sejak Maret 2020 lalu.
” Belum ada pendelegasian kepada kami untuk klarifikasi terkait pertanyaan ta. Bisa langsung menghubungi kantor wilayah kami untuk info yang dimaksud,” kata Resqi.
Hal senada disampaikan Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bolangi Eko Suprapti. Dia mengatakan, penyampaian informasi covid-19 di Lapas Wanita satu pintu melalui Kanwil Kemenkunham Sulawesi Selatan.
” Saya dipesan untuk yang menjawab hal ini di pihak kanwil saja,” singkat Eko Suprapti.-

