GOWA, UJUNGJARI.COM — Kelurahan Parangbanoa adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Pallangga masih rawan permukiman kumuh. Karenanya kelurahan inipun menjadi kelurahan pertama di luar Kecamatan Somba Opu yang dijamah tim Kotaku Kabupaten Gowa.

Sekaitan pembenahan wajah Parangbanoa ini, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa Abdullah Sirajuddin didampingi Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Wilayah IV Nurliah Ruma menerima kunjungan monitoring Satker PPK Sulawesi Selatan Andi Nirma Yanti  di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Selasa (23/6/2020) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan Satker PPK Sulsel ini terkait peninjauan langsung progress penataan Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga agar jauh dari kekumuhan. 

Kadis Perkimtan Gowa Abdullah Sirajuddin mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat  yang ada di Kelurahan Parangbanoa agar dapat ikut serta di dalam meningkatkan swadaya dan partisipasi untuk mensukseskan program Kotaku.

Dikatakan Abdullah Sirajuddin, program ini harus disukseskan dan masyarakat harus ikut menjaga di dalam pemeliharaan kegiatan Program Kotaku untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di wilayah Kecamatan Pallangga ini.

” Kami selaku pemerintah tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya memerangi kekumuhan wilayah tempat tinggal dan lingkungannya. Program Kotaku ini harus kita giatkan dan sukseskan bersama,” kata mantan Kabag Humas Setkab Gowa ini.

Abdullah Sirajuddin pun berharap program Kotaku ini berjalan dengan baik dan menjadi tolak ukur bagi kesuksesan pelaksanaan program Kotaku di Sulawesi Selatan bahkan di tingkat nasional. 

” Kabupaten Gowa ini sudah mendapatkan predikat pelaksana terbaik program Kotaku di wilayah 3 di Indonesia. Sehingga harus kita pertahankan. Perlu kita tingkatkan menjadi juara nasional itu harapan kita,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan kepada masyarakat Parangbanoa agar selama melakukan penataan wilayah kumuh agar tetap memperhatikan protokol kesehatan mengingat kasus virus corona atau covid-19 di Kabupaten Gowa ini masih cukup tinggi.

“Jangan sampai para pekerja yang nantinya melaksanakan penataan yang dilakukan para BKM (badan keswadayaan masyarakat) di lapangan tidak menggunakan APD khususnya masker,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Kotaku Wilayah IV Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Selayar Nurliah Ruma mengatakan sejauh ini pelaksanaan program Kotaku di Kelurahan Parangbanoa sudah siap. Seperti dokumen teknis  dan luasan pelaksanaan Program Kotaku.

” Pada perencanaan kita harapkan selesai empat bulan ke depan. Kita start dari turunnya anggaran yaitu Juni ini dan Insya Allah sampai Oktober diharapkan selesai,” kata Nurliah Ruma.

Dirinya berharap masyarakat berkolaborasi dengan pemerintah untuk menghadirkan kota tanpa kumuh. Selain itu ia juga berharap Program Kotaku ini bisa direplikasi di kecamatan-kecamatan lain dan program ini tetap hadir tahun-tahun berikutnya sebagai upaya penuntasan permukiman kumuh di Kabupaten Gowa.-