ikut bergabung

PT Malea Konsisten Listrik Gratis Dan Bea Siswa

Sulsel

PT Malea Konsisten Listrik Gratis Dan Bea Siswa

MAKALE, UJUNGJARI–Kisruh soal PT Malea Energi merumahkan ribuan karyawan di tengah pandemi Covid-19, dan berakhir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran habis masa kontrak, masih berpolemik.

Polemik management PT Malea dengan eks karyawan, Jumat (3/7) difasilitasi Komisi dua DPRD Tana Toraja yang diketuai Semuel Pali Tndirerung, bersama anggota komisi lainnya Anre Tulak, Yan Anggong Kalalembang, Kendek Rante, Yusuf Palebangan Pillo, Agustinus Patinggi, dan Kristian Talebong, melakukan rapat dengar pendapat (RDP).

Muh Syakur, dari management PT Malea tidak manampik kegelisahan para karyawan masih ingin kembali kerja.

Hanya saja tidak semua dipanggil kembali masuk kerja sebab volume pekerjaan untuk kegiatan area intaek, trowongan, pembangkit, sudah mencapai 90 persen, berarti sisa pekerjaan 10 persen selesai tahun ini tinggal butuhkan karyawan 800 orang.

Lanjut Muh Syakur, pemanggilan kembali eks karyawan PT Malea masuk kerja, tentu ada syaratnya selain diperiorotaskan kepada pemilik lahan, juga memiliki skil dan keterampilan.

Demikian pula janji PT Malea kepada warga gratiskan litrik jika Perusahaan sudah berproduksi, pihak management konsisten dan siap wujudkan, termasuk beasiswa.

Bukan hanya itu, juga kolam penampungan distribusi air baku perusahaan sudah dilakukan, kecuali distribusi air ke rumah warga bukan lagi tanggungjawab perusahaan, sebut Syakur.

Ditambahkan Yan Anggong Kalalembang, anggota komisi dua dewan, polemik PHK eks karyawan PT Malea hanya miss komunikasi sebab sangat jelas kontrak kerja hanya pertiga bulan.

Kecuali bagi karyawan tetap tentu haknya menuntut pesangon ada. Namun karyawan kontrak tentu dibutuhkan sesuai beban pekerjaan.

Sambung Yan Anggong, dari total karyawan masih dipekerjakan PT Malea kurang lebih 800 orang, 559 diantaranya karyawan lokal, 172 dari luar Sulsel, dan 55 Sulsel.

Komposisi karyawan yang aktif, masih didominasi warga lokal dan warga  sekitar perusahaan sudah proporsional dan profesional.

Dan rekomendasi komisi dua juga disetujui pihak perusahaan lanjutan perkerjaan perioritaskan pemilik lahan dan sesuai keahlian sudah tepat, dan tidak diskriminatif,” pungkas Yan Anggong (agus).

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top