TAKALAR, UJUNGJARI-Meski belum ada tersangka yang ditetapkan oleh tim penyidik tindak pidana korupsi Polres Takalar, namun penyidikan Dana Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, terus berlanjut.
Teranyar, penyelidikan serupa juga dilakukan terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Lasbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sisa menunggu hasil audit BPKP kemudian terduga pelaku penyelewengan dana desa Bontoloe ditersangkakan,” Kata Kanit Tipidkor, Polres Takalar, AKP Novy Arief Kurniawan.
Kanit Tipidkor Polres Takalar mengimbau kepala desa dan aparat desa yang mengelola dana desa untuk berhati hati, hal tersebut dikatakannya mengingat selain Desa Bontoloe yang kini tengah dalam jeratan kasus korupsi, sejumlah desa lainnya juga mengalami hal yang sama.
“Kami minta kades dan aparatnya untuk berhati hati mengelola dana desa, karena sekecil apapun sebuah kesalahan penganggaran sangat berpotensi terjerat hukum, olehnya itu kades harus tetap mengacu pada juknis yang telah diatur oleh regulasi,” Jelas Novy Arief Kurniawan.
Menanggapi kasus dugaan korupsi dana desa Bontoloe, Inspektorat Kabupaten Takalar juga membenarkan hal tersebut dan meminta kades untuk lebih berhati hati menggunakan dan mencermati peruntukan dana desa sehingga tidak ada temuan kerugian negara setiap tahunnya.
” Setelah Kasus dana desa Bontoloe rampung ditangan APH, Desa Lassang Barat juga akan menyusul pemeriksaannya, beberapa mantan Plt Kades juga terduga ada dalam pusaran korupsi,” Ungkap Irban II Inspektorat Takalar, Drs Parawansa.
Irban Ii Inspektorat Takalar dihadapan sejumlah kepala desa dan aparat desa juga menyebutkan masih banyak kepala desa yang membandel dalam melaksanakan dan mengelola dana desa.
” Kami akui banyak kades yang membandel dan tidak mampu bekerja dengan baik dalam mengelola dana desa, setiap tahunnya ada temuan dan pengembalian,” Akunya. (ari Irawan)

