GOWA, UJUNGJARI.COM — Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni Kr Kio ternyata adalah sosok pemimpin yang sangat sederhana dan santun menjalankan tugas-tugasnya.
Tidak seperti pasangan bupati dan wakil bupati daerah lainnya yang kerap pecah dan berseberangan baik ketika masih menjabat ataupun ketika akan memulai periode kedua memimpin, maka cara itu tidak dimiliki Kr Kio. Tidak ada dalam kamus seorang Abd Rauf Malaganni Kr Kio.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Putra asli Gowa keturunan langsung Karaeng Manuju ini mengaku dirinya punya komitmen tegas yang dianutnya hingga kini. Dan itu adalah sifat turun temurun dari leluhurnya.
Saling menghargai dan tahu posisi dan fungsi kepemimpinan masing-masing adalah modal utama menjaga hubungan yang harmonis antara dirinya sebagai wakil bupati dengan Adnan Purichta Ichsan selaku Bupati Gowa saat ini.
Diakui Abd Rauf Malaganni Kr Kio, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Gowa mendampingi Adnan Purichta Ichsan kurun empat tahun lebih berjalan ini, dirinya tidak pernah memelihara ambisi memimpin.
“Kuncinya, wakil bupati itu kalau mau langgeng bersama bupati maka wabup harus tahu diri bahwa dirinya adalah wakil. Jangan pernah berpikir untuk jadi bupati (saat memimpin). Saya bersama Pak Adnan selalu beriringan. Jalan sama-sama dan alhamdulillah dengan prinsip itu sampai sekarang saya tidak pernah berselisih paham dengan beliau (Bupati Gowa) dan saya tidak pernah kecewa kepada pak bupati dikarenakan saya hanya sebagai wabup,” ungkap Kr Kio yang dikenal sangat tegas dalam berucap ini.
Kr Kio menjelaskan bahwa wakil bupati punya juga kewenangan tugas yang diberikan bupati. Selama dia berpaket dengan Adnan, dirinya sebagai wakil mendapat porsi kewenangan tugas yang jelas.
“Untuk intern menjadi kewenangan saya sementara untuk external atau urusan luar itu kewenangan bupati sehingga menjadi satu keharmonisan. Satu hal yanh teramat saya jaga adalah kepercayaan. Kepercayaan yang diberikan bupati kepada saya tidak pernah saya salah gunakan,” ulasnya.
Suami dari Mussadiyah Rauf dan ayah dari tiga putri yakni Annisa Verawati Rauf, Ratih Istiqomah Rauf dan Ningrum Sekarsari Rauf ini pun menjelaskan prinsip dan komitmennya sebagai seorang pemimpin yang olehnya patut dicontoh generasi muda yang bakal jadi pemimpin-pemimpin bangsa.
Kr Kio lalu mengisahkan loyalitasnya kepada keluarga Yasin Limpo sejak dari Syahrul YL memimpin Gowa hingga kemudian Bupati Gowa dijabat oleh almarhum Ichsan YL hingga sekarang tampuk pemerintahan dipimpin oleh putra Ichsan yakni Adnan Purichta Ichsan.
“Waktu pak Ichsan sakit saya diberi kepercayaan penuh oleh pak Adnan untuk menjalankan kepemimpinan. Lebih dari dua pekan beliau mendampingi pak Ichsan selama dalam perawatan intensif di luar negeri. Saya juga diberi kepercayaan menjalankan roda kepemimpinan ketika beliau ikut Lemhanas. Semuanya saya jalankan tanpa keluar dari koridor kewenangan saya. Waktu itu hanya satu yang tidak bisa saya lakukan yakni menandatangani yang hanya bisa ditandatangani saya sebagai wakil karena hanya boleh dilakukan oleh bupati saja,” bebernya.
Itulah kewenangan seorang wakil bupati dimata Abd Rauf Malaganni Kr Kio. Satu komitmennya yang paling dijaganya adalah jangan pernah ambisi. Sebab baginya ambisi akan merusak segala tatanan baik menjadi jelek.
“Insya Allah kalau Allah menghendaki lima tahun ke depan, maka saya masih akan mendampingi beliau (Adnan) untuk memimpin Gowa untuk periode kedua ini. Semoga doa-doa saya, doa-doa pak Adnan dan doa-doa kita semua diijabah oleh Yang Maha Kuasa. Bagi saya jabatan bukan segala-galanya tapi persahahatan dan persaudaraan itulah segala-galanya,” kata Abd Rauf Malaganni Kr Kio.
Dia pun mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember menggunakan hak pilih. (sar)

