ikut bergabung

‘Melawan’, Jabir Bonto Terancam Dijemput Paksa

Hukum

‘Melawan’, Jabir Bonto Terancam Dijemput Paksa

TAKALAR, UJUNGJARI- Wakil Ketua DPRD Takalar M Jabir Bonto sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Gakkumdu Kementrian Kehutanan Perwakilan Sulsel. Padahal keterangan politisi Partai Golkar itu sangat dibutuhkan untuk pengembangan kasus perusakan hutan seluas 1,2 kilometer di kawasan hutan Ko’mara, kecamatan Polongbangkeng Utara itu.
Penyidik pun telah menetapkan BN, sopir Jabir Bonto sebagai tersangka. Bahkan, berkas sopir Jabir telah dinyatakan rampung dan segera akan dilimpahkan. Dari hasil keterangan tersangka, BN melakukan perusakan hutan diduga atas perintah Jabir Bonto.

Untuk mengembangkan kasus ini, penyidik pun telah tiga kali memanggil Jabir untuk memberikan keterangan. Sayangnya, legislator tiga periode itu tak kunjung memenuhi panggilan penyidik Kementerian Kehutanan itu.
Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi Selatan, Dodi Kurniawan membenarkan jika pihaknya telah melayangkan tiga kali panggilan kepada Jabir Bonto, teteapi tak kunjung dipenuhi. Dodi berharap agar politisi senior itu kooperatif untuk datang dan memberikan keterangan kepada penyidik Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kami masih menjunjung asas praduga tak bersalah, makanya kami panggil yang bersangkutan untuk diambil keterangannya, sebagai wakil rakyat harusnya Jabir Bonto lebih bisa kooperatif untuk datang memenuhi panggilan penyidik,” tegas Dodi, Minggu 11 Oktober 2020.

Tak datang memenuhi panggilan penyidik, Jabir Bonto saat dikonfirmasi wartawan malah menuding pihak Kementerian Kehutanan tidak memiliki dasar kepemilikan. Ia mengaku, memiliki bukti rinci yang tersimpan di kantor desa Barugaya. “Saya yang punya itu lahan, ada bukti rinci yang bisa kita lihat,” terang Jabir Bonto.
Sementara itu, Pemerhati Lingkungan Hidup Sulsel Anwar mengatakan, penyidik seharusnya melakukan tahapan selanjutnya jika yang bersangkutan sudah tiga kali mangkir dari panggilan. Ia mendesak penyidik segera melakukan penjemputan paksa atas Jabir Bonto sehingga bisa dimintai keterangan.

“Kalau mangkir tiga kali, ini menandakan tak ada niat baik dari saksi, penyidik harusnya sudah melakukan penjemputan paksa karena keterangannya sangat penting, kalau tidak maka kasus ini akan jalan di tempat dan jauh dari penyelesaian,” kata Anwar, Minggu 11 Oktober 2020.
Terkait klaim Jabir atas lahan itu, Anwar menyilahkan datang dan berikan keterangan di depan penyidik. Jika tak datang, maka Jabir bisa dinilai tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan kasus ini.

“Kalau mengaku jika lahan itu miliknya, silahkan datang ke penyidik dan bawa bukti kepemilikan, apalagi kasus ini telah menyeret satu tersangka dan itu sopir Pak Jabir, saya kira penyidik juga punya alat bukti untuk mentersangkakan,” kata Anwar.

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Hukum

Populer Minggu ini

Arsip

To Top