GOWA, UJUNGJARI–Jajaran penyidik Satuan Reskrim Polres Gowa terus melakukan penyelidikan terkait perkembangan kasus siswi SMA berinisial M. M adalah gadis berusia 16 tahun masih duduk di bangku kelas 2 SMA di Manuju. Gadis berparas manis ini tewas Sabtu (17/10/2020) setelah dengan cerianya merekam langsung dirinya meminum racun hama merk Dangke menggunakan gelas cangkir putih bermotif kembang. Karena racun itulah M kini menyisakan berbagai pertanyaan publik terkait kenekatannya bunuh diri dengan minum racun tersebut.

Hingga kini publik masih bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab M menghabisi dirinya. Polemik pun muncul disana sini. Ada yang bilang M nekat minum racun karena mengeluhkan beban tugas sekolahnya yang dilakukan via daring cukup banyak. Kemudian juga muncul asumsi karena soal asmara dikarenakan statusnya di medsos mengunggah kalimat ‘Diseriusin malah bermain’. Lalu muncul juga cerita lain bahwa M kecewa kepada orangtuanya karena minta dibelikan motor namun tidak dikabulkan orangtua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengenai berbagai dugaan-dugaan tersebut pihak Sat Reskrim Polres Gowa pun tak tinggal diam meski pihak keluarga menolak dilakukan outopsi.

Untuk melengkapi penyelidikan atas kasus itu, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir turun langsung ke TKP sejak Selasa (20/10/2020) kemarin. Selain melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa atasnama Polres Gowa, AKP Jufri Natsir juga membawa sejumlah personil ke rumah korban sebagai upaya mengusut kasus ini.

Saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020) siang, AKP Jufri Natsir mengatakan pihaknya mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP kembali guna mencari fakta yang sebenarnya sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

” Betul, kemarin (Selasa) kami berkunjung ke rumah korban dan bertemu dengan kedua orangtua korban. Selain orangtuanya, kami juga bertemu pemerintah setempat dan kepala sekolah korban. Pada kesempatan itu, kami pun kembali melakukan olah TKP
untuk mencari fakta lain untuk kami dalami untuk mengetahui motif sebenarnya,” ungkap AKP Jufri Natsir.

Dikatakan Kasat Reskrim, sebelumnya telah memeriksa lima orang saksi dan setelah dilakukan olah TKP, pihaknya kembali memanggil beberapa orang untuk dilakukan pemeriksaan.

” Iya hari ini (Rabu) kita kembali memanggil beberapa orang saksi, sebelumnya kami sudah memeriksa lima orang saksi terutama keluarga dan rekan korban,” jelas AKP Jufri Natsir.

Namun diakuinya, hingga saat ini perkembangannya masih dalam penyelidikan.

” Meski keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi namun kami tetap  mencari fakta yang sebenarnya dan juga akan mengumpulkan keterangan-keterangan lain termasuk  telepon seluler milik korban akan kami dalami, akan kami periksa,” jelasnya. (sar)