ikut bergabung

Dua Oknum Lurah Diduga Sekongkol “Jual Lahan Negara” Di Baddoka?

Berita

Dua Oknum Lurah Diduga Sekongkol “Jual Lahan Negara” Di Baddoka?

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Oknum Lurah Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, bakal terancam pidana. Ia diduga telah membuat surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (Sporadik) pada lahan kosong di Jalan Batara Bira, Baddoka, kelurahan Pai, kecamatan Biringkanaya, Makassar, yang dinilai keliru dan tidak benar.

Oknum Lurah Pai membuat sporadik diduga salah lokasi. Persil, kohir, dan blok lokasi tidak sesuai titik lokasinya. Sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Informasi sejumlah warga Baddoka menyebut bahwa, sporadik yang dikeluarkan atau dibuat oleh oknum Lurah Pai pada lahan seluas 2 hektar lebih di Jalan Batara Bira Baddoka itu, sangat keliru dan jauh melenceng dari lokasi yang sebenarnya.

Dimana dalam sporadik itu menerangkan bahwa lokasi yang dimaksud merupakan persil 72 kohir 428 C1 blok 131. Padahal lokasi tersebut adalah persil 108 D.II kohir 612 dan 613 C.I.

“Keliru itu pak lurah, bikin sporadik yang dibuat di lahan Baddoka, disitu bukan persil 72. Harusnya di lokasi itu persil 108, cobami cek di buku dan tanyakan ke semua pihak-pihak yang mengetahui,” kata H Alwi warga Baddoka.

Jika Lurah tidak menarik kembali atau membatalkan sporadik yang sudah terlanjur dikeluarkan sebelumnya. Tentu akan berdampak hukum kepada dirinya sendiri. Bahkan dia terancam pidana.

“Pak Lurah itu terancam pidana, karena membuat sporadik tidak benar. Selain itu, oknum warga yang bermohon sporadik bisa juga di pidana, karena diduga membuat rinci palsu,” pungkas H Alwi.

Menurut H Alwi, lokasi tersebut (persil 108) adalah lahan negara Dinas PU Provinsi Sulsel. Dimana pemilik lokasi awal adalah Hj Mina, yang saat ini menunggu proses ganti rugi lahan dari Dinas PU Sulsel. Bahkan lokasi tersebut sudah diketahui oleh kementerian PUPR dan pihak DPR RI sudah membentuk Pansus, ketika pembebasan lahan BNN Baddoka beberapa tahun lalu.

“Lokasi yang dibangun Daveloper sekarang itu, termasuk lahan PU. Lokasi itu milik Hj Mina yang sementara menunggu proses ganti rugi dari PU,” jelas H Alwi.

Alwi menambahkan bahwa, lokasi tersebut dijual oleh Ketua LPM Bira H Syarifuddin. Dia menjual ke Daveloper. Tapi H Syarifuddin menjual dengan dasar rinci (persil 72). Padahal di lokasi itu persil 108.

“Semua orang Baddoka tahu persis itu lokasi, termasuk Pak RW juga tahu persis lokasi tersebut,” pungkasnya.

Diketahui bahwa sporadik tersebut telah masuk ke Kantor BPN Makassar untuk proses sertifikat. Dimana lokasi tersebut akan dijual oleh oknum “mafiah tanah” ke Daveloper untuk pembangunan perumahan di Jl Batara Bira Baddoka (Samping Kantor BNN).

Sementara itu, Lurah Pai, Bustan, yang dikonformasi mengakui bahwa dirinya memang yang membuat sporadik. Namun soal titik lokasi atau persil yang dimaksud, berdasarkan keterangan lurah Bira, Muh Kasim.

“Memang saya yang bikin sporadiknya, tapi itu berdasarkan keterangan lurah Bira. Karena lokasi tersebut masuk dan terdaftar di buku F kelurahan Bira. Jadi saya membuat sporadik berdasrakan petunjuk dan keterangan dari lurah Bira,” jelas Bustan.

“Menurut Lurah Bira, dia sudah cek di buku F bahwa lokasi itu terdaftar di buku, dan di lokasi itu persil 72. Tapi ternyata ada komplain warga Baddoka, lokasi itu persil 108,” ujarnya. (drw)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top